Warung lalapan  Cak Tomo dan Cak Rie. Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Warung lalapan Cak Tomo dan Cak Rie. Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Upaya penggusuran warung Cak Tomo oleh Satpol PP Kota Malang disebut-sebut “digerakkan” pihak tertentu karena persaingan usaha. Apalagi, keberadaan  warung Cak Tomo pernah  dipermasalahkan dan dilaporkan ke RT oleh pihak warung Cak Rie, yang lokasinya bersebelahan.

Media ini mendatangi lokasi warung Cak Tomo dan Cak Rie sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (14/8/2020). Saat itu,  lalu lalang kendaraan di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo depan lokasi warung Cak Tomo dan Cak Rie padat.

Baca Juga : Upaya Gusur Warung Cak Tomo Diduga "Digerakkan", Begini Jawaban Satpol PP

Saat itu, dua  warung tersebut belum buka. Karena itu, media ini mencoba mencari kediaman pemilik warung Cak Rie, yang disebut-sebut sebagai pelapor atau orang di balik upaya pentertiban satpol PP.

Media sempat mencarinya di lokasi warung Cak Rie lainnya yang berada di depan Ruang Sakit Lavallette. Seorang karyawan mengatakan pemilik warung Cak Rie bernama Tohrie. Namun, Tohrie tidak berada di warung tersebut. 

Dari situ, media menuju kediaman Tohrie di Jalan Cibuni 1 Nomor 5a. Rumah Tohrie berkonsep modern dengan cat yang didominasi warna putih. Di depannya  terlihat sebuah mobil berjenis Fortuner warna putih.

Dari sela-sela pagar, di dalam rumah juga tampak mobil mewah Jeep Rubicon terparkir. Ada pula sebuah mobil hitam yang tak terlihat jelas jenisnya. Lokasi tempat tinggal Tohrie begitu sepi dari aktivitas. 

Dua kali menekan bel, kemudian terdengar jawaban dari seorang wanita yang berada di dalam rumah. Dia sempat bertanya identitas media ini. 

Setelah menyampaikan identitas, keluarlah seorang wanita berkerudung yang kemudian membuka pintu gerbang. Kembali ia mempertanyakan identitas  media ini yang lalu mengungkapkan maksudnya bertemu dengan Tohrie. Namun wanita itu menjawab Tohri tidak berada di rumah. "Tidak ada Mas, keluar orangnya habis Jumatan tadi," ungkap perempuan berhijab itu.

Lantaran tidak bisa menemui Tohrie,  media ini meminta nomor kontak yang bersangkutan. Sederet nomor HP diberikan wanita itu.

Media ini kemudian mencoba menghubungi Tohrie.  Dihubungi melalui WhatsApp,  media ini langsung mempertanyakan aksi pentertiban yang dilakukan satpol PP terhadap warung Cak Tomo. Media ini mendetailkan apakah upaya pentertiban satpol PP karena adanya laporan atau pengaduan dari pihak warung Cak Rie serta apakah karena persaingan bisnis.

Dari pesan yang dikirimkan media ini sekitar pukul 15.28 WIB, Tohrie tak langsung membalas. Baru sekitar pukul 16.00 WIB, Tohrie  merespons pesan yang dikirimkan media ini.

Intinya Tohrie menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah ikut campur dalam masalah penertiban satpol PP. Dia juga mengatakan pihaknya mematuhi peraturan pemerintah dan melaksanakan apa yang menjadi peraturan tersebut.

Baca Juga : Bonek Pertanyakan Eri Cahyadi Kemana Saat Persebaya Terusir dari Mess Karanggayam

"Saya tidak pernah ikut campur masalah ini dan saya juga mematuhi peraturan dari pemerintah dan saya akan melaksanakan apa yang menjadi peraturan tersebut," jawab Tohrie.

Setelah merespons pesan tersebut, media ini kembali melontarkan pertanyaan lain. Namun setelah itu, Tohrie tak lagi merespons pesan yang dikirimkan  media ini kendati telah terbaca dan WhatsApp yang bersangkutan terlihat online.

Sementara itu, Nopi Purwo Irawan -pengelola warung Cak Tomo- dalam rekaman suara yang  beredar, merasa diperlakukan tidak adil. Sebab, dia merasa  pentertiban hanya dilakukan terhadap warung miliknya saja. Ia menuding aksi pentertiban satpol PP Kota Malang lantaran pihak Cak Rie yang melaporkan warung miliknya.

PKL lain yang juga berada di sekitar lokasi warung Cak Tomo, menurut Nopi, tidak pernah diberi teguran oleh satpol PP. Saat media ini melakukan penelusuran terhadap PKL lain di sekitar lokasi warung Cak Tomo, mereka mengaku tidak ada teguran dari satpol PP.

"Saya 12 tahun di sini dan selama ini tidak dipermasalahkan warga. Semenjak ada ini (warung Cak Rie) bersaing, baru (dilaporkan). Itu mulai kemarin sudah dilaporkan ke PU. PU minta apa? IMB. Nggak mungkin kami punya IMB. Betul saya dua kali ini. Pertama minta IMB, nggak masuk akal. Sekarang satpol PP. Yang melaporkan ya ini Cak Rie," katanya dalam rekaman yang beredar.

Saat itu, pihak satpol PP berkilah  tidak mengetahui orang yang dimaksud  Nopi. Satpol PP mengaku hanya menjalankan tugas penertiban lantaran warung Cak Tomo berada di fasilitas umum.