Program pemberdayaan sektor UMKM dalam masa pandemi covid-19 oleh Pemkab Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Program pemberdayaan sektor UMKM dalam masa pandemi covid-19 oleh Pemkab Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki program pembangunan yang linier dan sebangun dengan program pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat. Program pembangunan tersebut antara lain penguatan ketahanan pangan, pemberian nutrisi kepada ibu hamil, serta digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Seusai mengikuti acara Presiden Joko Widodo terkait Penyampaian Nota Penjelasan Rancanngan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Tahun 2021 dan Nota Keuangan di gedung DPRD Banyuwangi,  Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan program yang dirancang oleh Pemkab Banyuwangi persis dengan program pusat.

Baca Juga : Tuntaskan Tahap Coklit, KPU Banyuwangi Lanjut Tahap Rekapitulasi

“Banyuwangi sudah memulai. Tinggal butuh percepatan dalam penerapan di lapangan, termasuk rencana pelaksanaan 200 program latihan keterampilan bagi ibu-ibu. Selain itu, dalam upaya mendukung program Presiden Jokowi untuk percepatan recovery dan upaya mengurangi disparitas antar-wilayah di Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

Selanjutnya, dalam menggerakkan sektor pariwisata yang menjadi pilihan Banyuwangi dalam masa recovery pasca-tanggap darurat pandemi covid-19, Amas memgatakan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Misalnya, saat sekitar 2.000 hotel di kabupaten/kota lain belum dibuka dan okupansi rata-rata angkanya 10 persen, sebagian besar hotel di Kota Gandrung sudah punya  tingkat hunian rata-rata mencapu 70 persen.

“Bahkan dalam masa weekend, kamar-kamar hotel di Banyuwangi sudah full boked. Satu sisi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bisa jalan, namun sisi lain protokol kesehatan diterapkan secara ketat sebagai upaya untuk menekan angka covid 19 di Banyuwangi,” mbuh Anas.

Lebih lanjut  bupati yang dua periode memimpin Banyuwangi itu menambahkan, dalam perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional minus 5, kemungkinan Banyuwangi angka pertumbuhannya tidak seperti itu. “Tentunya semua membutuhkan kerja keras dan kebersamaan semua elemen masyarakat,” ucapnya.

  <