Peta sebaran kasus covid-19 di Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)
Peta sebaran kasus covid-19 di Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

Kabar gembira datang dari Kabupaten Malang. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, peluang pasien terkonfirmasi positif covid-19 untuk bisa sembuh mencapai 73,32 persen.

Aniswaty Aziz selaku humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang mengatakan, persentase kesembuhan yang mencapai lebih dari 70 persen itu didapat dari persentase antara jumlah pasien yang positif dan yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19.

Baca Juga : Jenazah Probable Covid-19 yang Viral Diambil Paksa, Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan

”Berdasarkan data terbaru yang kami terima, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 ada 581 kasus. Dari jumlah itu, 426 di antaranya sudah dinyatakan sembuh,” kata Aniswaty.

Sekadar diketahui, angka 581 kasus itu terekap pada Senin (10/8/2020). Jika dibandingkan hari sebelumnya (Minggu 9/8/2020), jumlah kasus covid-19 bertambah 14 pasien.

Dari belasan pasien itu, 4 di antaranya berasal dari Kecamatan Kepanjen. Kemudian dari Kecamatan Singosari bertambah 3 pasien dan dari Kecamatan Tajinan bertambah 2 orang.

Sedangkan 5 pasien lainnya berasal dari Kecamatan Bululawang, Dau, Jabung, Pakis, dan Pakisaji. Masing-masing kecamatan tersebut bertambah satu orang pasien.

Di sisi lain, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh hingga Senin (10/8/2020) bertambah 20 orang menjadi 426 pasien. Dari penambahan puluhan pasien itu, 7 di antaranya berasal dari Kecamatan Singosari.

Kemudian dari Kecamatan Pakis pasien yang sembuh bertambah 4 orang,  dan Kecamatan Pakisaji bertambah 2 pasien.

Baca Juga : Sehari Tambah 10 Kasus,62 Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Masih Dirawat di Rumah Sakit

Sedangkan 7 pasien sembuh lainnya tersebar di Kecamatan Dau, Jabung, Kalipare, Pujon, Tajinan, Turen, dan Wajak. Masing-masing kecamatan tersebut bertambah satu orang pasien sembuh.

”Untuk jumlah pasien yang meninggal, sejak 27 Juli (2020) lalu jumlahnya tidak bertambah. Yakni tetap 43 jiwa,” ungkap Aniswaty.

Sebagai informasi, sampai saat ini tercatat ada 67 pasien yang dirawat di rumah sakit, 41 pasien menjalani isolasi mandiri, dan 4 pasien lainnya dirawat di gedung observasi.