Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Tri Agung Radityo (baju coklat) (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Tri Agung Radityo (baju coklat) (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Kejaksaan Negeri Tulungagung mengajukan banding atas vonis terhadap terdakwa korupsi bantuan sapi di Tulungagung.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo menuturkan, banding ini lantaran ketidakpuasan jaksa atas vonis terhadap terdakwa bernama Danang Wahyu Kusworo.

Baca Juga : Kasus Pencurian Ternak, Sepasang Sapi Milik Warga Jember Raib dalam Semalam

Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 2 UU Tipikor dengan ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Pihaknya mengajukan tuntutan 5 tahun penjara denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 100 juta.

Namun oleh majelis hakim, Danang Wahyu divonis 1 tahun 6 bulan penjara, dan dikenakan Pasal 3 UU Tipikor.

“Hakim tidak sependapat dengan tuntutan jaksa. Pada 16 Juli 2020 hakim menyatakan saudara Dadang (kena) Pasal 3 (UU Tipikor) dengan putusan 1 tahun 6 bulan,” ujar Agung Tri Radityo, Senin (10/8/2020).

Agung Tri menganggap putusan hakim terpaut jauh dari tuntutan jaksa selama 5 tahun. Terkait denda juga ada perubahan. Jika Pasal 2 dendanya Rp 100 juta, maka Pasal 3 dendanya cuma Rp 50 juta subsider 1 tahun.

“Sesuai petunjuk pimpinan wajib banding. Sudah pasalnya berbeda, hukumannya juga di bawah 2/3 tuntutan,” katanya.

Baca Juga : Satu Malam, Satu Dusun Kehilangan 7 Ekor Sapi

Pernyataan banding dikirimkan ke Pengadilan Tinggi Jatim pada tanggal 22 Juli 2020 dan memori banding pada 30 Juli 2020.

Sebagai informasi sebelumnya, Danang Wahyu Kusworo (32), warga Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, menggelapkan dana Rp 100 juta dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2017. Dana itu seharusnya dibelikan lima ekor sapi. Namun dari hasil audit, tidak ada satu ekor sapi pun yang dibelikan dari dana tersebut.

Dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, pada awal November 2019, Danang ditetapkan sebagai tersangka korupsi sapi bantuan Provinsi Jatim.