Video Ridwantoro Suami Bunda Ratu Mendapatkan Penanganan Petugas RS Al Huda Gambiran Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Video Ridwantoro Suami Bunda Ratu Mendapatkan Penanganan Petugas RS Al Huda Gambiran Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Keluarga Besar Bunda Ratu sempat tersulut emosinya tatkala niat tulus berbagi pengalaman hidup mati beratnya perjuangan orang yang terpapar Covid 19 ditanggapi minor oleh Netizen di media sosial (medsos). Sejumlah Netizen menganggap edukasi menghadapi Covid 19 dinilai ada tujuan terselubung dalam menghadapi pilkada mendatang.

"Khusus untuk anak-anak dan keluargaku...Oma dan Opa berpesan, jangan tanggapi orang-orang yang nyinyir di medsos. Kami sudah memiliki alat bukti pencemaran nama baik yang kuat dari beberapa akun. Pastikan mereka akan menghadapi aparat penegak hukum manakala kami keluar dari RS dan telah melalui masa pemulihan," tegas wanita yang berusia 56 tahun tersebut.

Baca Juga : Bill Gates Ramalkan Pandemi Covid-19 Selesai di Akhir 2021

Selanjutnya dia  menyadari betapa sakitnya hati kalian membaca komentar Netizen tidak berperikemanusiaan seperti itu. Tentu saja apabila terpancing hanya akan mendatangkan sakit hati dan kerugian.

Sebaiknya, imbuhnya mulai hari ini, tidak usah menanggapi mereka. Sebagai keluarga besar mantan Kepala Pengadilan Negeri Banyuwangi 2010 dan  keluarga yang memahami aturan hukum  biarkan oknum yang salah menggunakan media sosial akan mendapat teguran aparat penegak hukum Believe me My Family.

Bunda Ratu sangat terharu dengan perjuangan adiknya  Ris dan Diva dengan cara mereka berusaha memberikan pengertian yang benar tentang wabah Covid 19 kepada masyarakat. Walaupun terkadang mengundang emosi tinggi atas ketidaktahuan masyarakat tentang pageblug Corona yang sampai saat ini belum ada obatnya. 

"Kami sangat bahagia dan terharu memiliki adik kakak dan anak cucu serta keluarga besar yang selalu men-Support saya dan Mas Ridwan. Tanpa mengenal waktu dan melalui video call selalu mengkhawatirkan perkembangan kondisi sekaligus memotivasi kami mampu melalui masa-masa yang tidak mudah dalam menghadapi wabah Covid 19," imbuhnya.

Kami berdua memahami dan menyadari  betapa marahnya  keluarga saat kedua orang tua ingin berbagi pengalaman pascamenghadapi perang puputan yang dahsyat, berjuang keras antara hidup dan mati melawan Covid justru mendapat fitnah yang kejam dan nyinyiran Netizen yang merasa paling segalanya.

"Kami harus marah dengan intelektual tinggi kumpulkan data dan fakta yang pada saatnya mereka yang telah memfitnah dengan keji siap-siap menghadapi tuntutan 6 tahun penjara bukan hadiah sia-sia dari kami yang akan membuat laporan kepada yang berwajib," tegas istri mantan Kepala PN Banyuwangi tersebut.

Yang terpenting bagi keluarga adalah mulai detik ini adalah bersikap arif bijaksana dan tenang karena Oma Opa yang disayangi dan dicintai kondisinya  semakin sehat dan segera bisa berkumpul bersama kembali.

Di hari  ke 6 masa pengobatan dan perawatan di ruang isolasi RS Al Huda Gambiran (maaf sebelumnya Genteng) perkembangan kondisi Bunda semakin hari semakin membaik. Bahkan dokter Dian, salah seorang dokter yang menangani sempat mengungkapkan kekagumannya. Karena pada umumnya orang yang terpapar Covid seusia dengan dirinya, akan mengalami hal-hal menakutkan oleh ganasnya serangan virus. 

Baca Juga : Dukungan Keluarga Bantu Percepat Proses Kesembuhan Bunda Ratu dari Covid-19

Namun kondisi yang sebaliknya terjadi pada perempuan asal Bangorejo yang mengalami perkembangan sangat signifikan. Hasil rontgen paru-paru yang dilakukan pihak RS menunjukkan penipisan flax yang berlangsung sangat cepat. Satu kenyataan dan karunia Tuhan yang wajib disyukuri.

Bagi Bunda Ratu salah satu kunci menghadapi Covid 19 adalah kepasrahan yang tinggi atas kehendak Allah namun harus yakin dan berjuang keras agar tidak kalah dan terbunuh oleh Covid. Caranya adalah dengan mematuhi petunjuk dokter dan dibantu dengan minuman herbal.  

Kami berdua dengan suami terus saling menyemangati dan yakin mampu dan kuat serta dapat mengalahkan Covid 19 karena kami masih ingin berkumpul dengan demi anak dan cucu serta keluarga tercinta." Obat utama orang terpapar Covid adalah keyakinan sembuh, imunitas ditingkatkan, fikiran selalu tenang dan banyak istirahat. Dan  kami sangat beruntung memiliki anak-anak dan menantu yang cerdas. Selain itu juga  sangat bangga memiliki tetangga yang berani lantang berbicara tentang takdir seperti Nurul!," tegas aktivis perempuan Banyuwangi tersebut.

Bunda Ratu mengungkapkan rasa prihatin  atas kekerdilan beberapa netizen yang menganggap edukasi berbagi pengalaman yang diberikan merupakan sarana kampanye dalam proses pencalonan sebagai orang nomor satu di Kota Gandrung. "Jangankan mau kampanye, tim kami bertanya  perkembangan pilkada kami langsung diamkan. Kami  menganggap Netizen tidak  menghargai perjuangan hidup/ mati, malah ada yang melakukan fitnah  seperti itu. Makanya, kami akan melaporkan tindakan mereka kepada yang berwajib atas pelanggaran  UU ITE," imbuhnya.

Saat ini Bunda  Ratu menjalani pengobatan dan perawatan hari ke 7 dan suami Ridwantoro memasuki hari yang ke 14. Saat mengingat pada awal terpapar covid 19, meskipun rasanya berada dalam kondisi antara hidup dan mati, namun tetap bersyukur bahwasanya  Tuhan memberikan ujian wabah virus Corona dengan gejala lengkap seperti ; demam tinggi, batuk kering, flu, badan sakit semua, tidak bisa merasakan bau apapun, lidah juga mati rasa. 

"Dan kami mengalami kelelahan sangat tinggi sehingga  secara pribadi bisa langsung memutuskan melakukan tindakan isolasi mandiri. Apa jadinya apabila kami terpapar tanpa gejala...? Sudah2 bulan lebih tidak pulang, ada rasa kangennya pada cucu yang sangat dalam.  Kami sangat ingin memeluk dan mencium mereka. Dari sini tumbuh dan berkembang keyakinan betapa sayangnya Allah kepada keluarga kami," jelas Bunda Ratu.