Bupati Mojokerto, Pungkasiadi hadiri kegiatan masyarakat (Foto: Diskominfo Kab. Mojokerto)
Bupati Mojokerto, Pungkasiadi hadiri kegiatan masyarakat (Foto: Diskominfo Kab. Mojokerto)

Sejumlah kegiatan masyarakat mulai berjalan normal di masa transisi new normal life atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19. Termasuk di Mojokerto, acara keagamaan seperti haul dan pengajian sudah dilangsungkan dengan mengikuti standar protokol kesehatan. 

Menghadiri rangkaian kegiatan haul KH Amiruddin dan KH Nur Kholis di Padepokan Rajasa di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/8/2020) malam, Bupati Mojokerto Pungkasiadi menekankan soal ketaatan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. 

Baca Juga : Pemkot Surabaya Buka Sekolah Saat Zona Merah, Dokter Joni Ingatkan Bahayanya ke Anak

Pungkasiadi yang terus berupaya mengingatkan masyarakat yang hadir untuk tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam beraktivitas. 

“Protokol kesehatan tetap paling penting. Ini harus terus saya ingatkan kepada masyarakat setiap kegiatan saya di mana saja,” imbau Abah Pung, sapaan akrabnya. 

Dalam kesempatan itu, mantan pengurus MWC NU Kecamatan Jetis ini juga melepas ikan lele berukuran empat kilogram ke dalam kolam pancing sebagai seremoni pembukaan rangkaian acara haul. Beberapa kegiatan yang digelar di antaranya Khotmil Qur'an, Gebyar Mancing, serta Hadrah Ishari (Ikatan Seni Hadrah Indonesia).

Di lokasi kegiatan lainnya, Bupati kelahiran Desa Canggu Kecamatan Jetis itu juga mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk tetap memakai masker, sering mencuci tangan, serta menerapkan physical dan social distancing alias menjaga jarak.

Adapun untuk kegiatan keagamaan di masyarakat, Pemkab Mojokerto tidak melarang masyarakat untuk melaksanakan ibadahnya di tempat ibadah. Hanya saja, tempat ibadah tersebut juga harus selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, demi menekan laju penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga : Bupati Jombang Terima Kunjungan Kerja Mendes-PDTT, Ini yang Dipaparkan

“Maka dari itu, sesuai arahan dari pemerintah pusat, kami juga membuat tempat ibadah tangguh,” ujar Pungkasiadi.

Tujuan dari pembentukan tempat ibadah tangguh itu adalah untuk menghindari munculnya kluster penularan virus Covid-19 baru di wilayah Kabupaten Mojokerto. 

Pada akhir sambutannya, Abah Pung berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu dan masyarakat dapat menjalankan kegiatannya dengan tenang dan aman. “Kami berharap, pandemi ini semoga segera berlalu,” harapnya.