Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan pernyataan perihal video-nya yang viral di media sosial (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan pernyataan perihal video-nya yang viral di media sosial (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Bupati Malang, HM Sanusi memberikan tanggapan khusus perihal video dirinya yang dianggap sedang dangdutan dan viral di medsos (media sosial), Kamis (6/8/2020).

Kepada media online ini, orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Malang tersebut membantah jika dirinya sedang dangdutan bersama dua orang biduan menawan.

Baca Juga : Tersangka sejak 2018, Makelar Proyek-Proyek di Kabupaten Malang Akhirnya Ditahan KPK

 

Menurutnya, dalam video yang tengah viral di medsos tersebut hanyalah electone-an bukan dangdutan. ”Tidak ada dangdutan, cuma terakhir (acara, red) ada itu (electone, red),” bantah Bupati Malang saat dikonfirmasi media online ini, Kamis (6/8/2020).

Seperti pemberitaan sebelumnya, Bapasalon (Bakal Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto (SanDi) menggelar acara launching tim kampanye, Rabu (5/8/2020) malam.

Dalam agenda yang dilangsungkan di salah satu rumah makan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu, nampak dihadiri sejumlah tamu undangan dari tim pemenangan yang memiliki tagline Malang Makmur itu.

Keesokan harinya, Kamis (6/8/2020) pagi warganet menyayangkan adanya acara tersebut. Alasannya, dalam akhir acara launching para tamu undangan disuguhkan dengan acara pertunjukan musik.

Bahkan, saat agenda penutupan, Sanusi juga terlihat menyempatkan diri untuk naik ke atas panggung untuk menyumbangkan suara. Tidak sendirian, dalam rekaman video yang menjamur di Facebook dan WhatsApp itu, Sanusi terlihat didampingi oleh dua biduan penyanyi dangdut yang saat itu mengenakan pakaian berwarna merah.

Hal inilah yang memantik warganet untuk mengkritisi acara launching tim pemenangan tersebut. Kebanyakan dari mereka mengungkapkan rasa kekecewaannya, bagaimana bisa sosok yang mengimbau untuk tidak membuat acara dalam jumlah massa yang banyak justru malah melanggarnya.

Menanggapi kegelisahan warganet, Sanusi seolah sependapat jika memang tidak boleh menggelar acara yang melibatkan massa dalam jumlah yang banyak, saat pandemi covid-19 seperti saat ini.

Baca Juga : Warning bagi Camat di Malang, Bupati Bakal Mutasi jika Tak Becus Tangani Covid

 

”Ya kan tidak boleh (dangdutan, red), tapi itukan electone saja, (saat itu, red) sudah tidak ada orang. Bukan dangdutan, tapi electone-an,” kata Sanusi mempertegas statment sebelumnya.

Apakah jika menggelar electone diperkenankan?, mendapat pertanyaan tersebut, Bupati Malang terkesan memperbolehkan jika menggelar agenda electone-an. ”Electone tidak ada pengunjungnya ya tidak apa-apa toh,” celetuk Sanusi.

Statment tidak ada pengunjung itu seolah berbanding terbalik dengan fakta dan video yang viral di media sosial. Pasalnya, dalam rekaman video yang menjamur di Facebook dan WhatsApp itu terlihat jelas jika acara launching tim sukses dihadiri oleh banyak tamu undangan.

Namun ketika ditanyakan kepada yang bersangkutan, Bupati Malang lagi-lagi membantahnya. ”Bukan massa itu, tidak mengundang massa (dalam jumlah yang banyak, red), hanya itu aja,” ujar Sanusi lirih.