Supriyono (baju coklat) saat meninggalkan ruang sidang setelah vonis (ist)
Supriyono (baju coklat) saat meninggalkan ruang sidang setelah vonis (ist)

Ketua DPC PDI P Tulungagung, Susilowati menanggapi dingin vonis terhadap Supriyono, mantan ketua DPRD Tulungagung, Wanita berjilbab ini menyerahkan proses yang menjerat Supriyono pada keputusan hukum.

Disinggung langkah yang akan diambil, Susilowati masih akan merapatkan lagi hal tersebut. Namun keputusan tetap di tangan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDI P. “Kita hormati keputusan hukum, nanti kita rapatkan lagi tapi keputusan tetap di DPP,” pungkas Susilowati.

Baca Juga : Eks Ketua DPRD Tulungagung Divonis 8 Tahun Akibat Korupsi, Kasus Terus Berlanjut?

Supriyono divonis bersalah dalam kasus korupsi sebesar Rp 4,8 milyar, Selasa (4/8/20) oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya.

Supriyono diganjar hukuman 8 tahun penjara. Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Selain itu Supriyono juga diharuskan untuk mengembalikan kerugian negara, atau asetnya dilelang untuk menutup kerugian itu. Atau jika tidak mampu maka masa hukumannya ditambah 1 tahun 6 bulan. Supriyono juga berkewajiban membayar denda sebesar 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dilansir dari berbagai sumber, Majelis Hakim memutuskan berdasarkan fakta, bukti dan kesaksian dipersidangan.  Bahwa perbuatan terdakwa adalah menguntungkan diri sendiri dari pembahasan/pengesahan APBD dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung TA (Tahun  anggaran) 2015, TA 2016, TA 2017 dan TA 2018.

Menanggapi putusan hakim itu, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Chairil Anwar Yatim Koto langsung mengatakan banding. Sementara Tim JPU KPK Mufti Nur Irawan dkk mengatakan pikir-pikir. “Kami langsung banding,” kata Chairil Anwar Yatim Koto

Baca Juga : Sadis! Suami di Jombang Tega Bunuh Istrinya Sendiri

Saat disinggung alasan terdakwa melakukan upaya hukum banding, Chairil Anwar Yatim Koto tak menjelaskannya. Dirinya berdalih jika tak etis disampaikan sekarang.

“Kami menghormati putusan Hakim, tapi kami tidak menerima. Tidak etislah saya sampaikan di sini dan kami juga belum membaca putusan secara lengkap,” kata Chairil Anwar Yatim Koto seusai persidangan.