Wisuda virtual Universitas Terbuka (UT) Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wisuda virtual Universitas Terbuka (UT) Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Jauh sebelum pandemi, Universitas Terbuka (UT) sudah menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring. Namun, baru kali ini UT menggelar wisuda secara virtual, Selasa (21/7/2020). 

Berbeda dengan wisuda UT di tahun-tahun sebelumnya yang mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa pilihan di UT pusat, kali ini UT mengadakan wisuda dalam bentuk daring yang diikuti oleh seribu mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air.

Baca Juga : Bantuan Pemkot untuk Mahasiswa ITN Malang Siap Transfer, Tinggal Verifikasi Ulang Data

Ya, wisuda periode II tahun akademik 2019/2020 ini diikuti oleh UT se-Indonesia. Tak terkecuali, UT Malang. Direktur UT Malang, Dr Lilik Sulistyowati MSi menyampaikan, wisuda virtual ini baru kali pertama dilakukan selama 36 tahun UT berdiri.

"Kesannya bagus sekali karena ini baru pertama kali selama 36 tahun UT berdiri," ucapnya.

Ia mengungkapkan, UT Malang mendapatkan kuota 48 wisudawan S1 (16 orang) dan S2 (32 orang). Sementara yang hadir di kampus ada 7 mahasiswa yang merupakan perwakilan masing-masing fakultas dengan 3 orang yang meraih IPK 4.0. Sebagian menjalani prosesi wisuda di rumah melalui Zoom.

Sementara itu, pembelajaran UT di masa pandemi dengan sebelum adanya pandemi tak jauh beda. Yakni terdapat 3 versi yaitu luring, daring, dan blended learning (separuh jarak dekat, separuh jarak jauh). Mahasiswa pun dapat kemerdekaan memilih di antara 3 versi tersebut. Hal ini selaras dengan konsep Merdeka Belajar Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

"UT itu belajarnya fleksibel. Kalau Pak Menteri sekarang menyebutnya merdeka (Merdeka Belajar), itu lah UT. Jadi mahasiswa sekarang punya pilihan untuk belajar. Dia bisa belajar kapan saja, di mana saja dan usia berapa saja. Jadi belajar tanpa batas ruang dan waktu," paparnya.

Dalam sistem ini, tersedia dua modul untuk mahasiswa. Yakni modul versi digital dan versi kertas. Mahasiswa yang tidak memiliki akses internet dapat memilih modul kertas.

"Itulah namanya kuliah merdeka. Kalau mahasiswa UT dia bisa download, kita punya perpustakaan virtual," pungkasnya.

Baca Juga : Berprestasi, Ratusan Pelajar Kota Malang Dapat Beasiswa dari Disdikbud Total Rp 3 Miliar

Dalam sambutannya, Staf Khusus Wakil Presiden, Prof Drs H Muhammad Nasir Ak MSi PhD menyampaikan bahwa adanya pandemi membuat perguruan tinggi lain saat ini sedang stres bagaimana cara kuliah daring. Sementara, UT sudah melangkah lebih jauh.

"Dari sisi kemandirian, UT patut kita apresiasi. Pada perguruan tinggi lain masih sibuk bagaimana cara mengembangkan teknologi, UT sudah mengalami suatu kondisi yang terdepan lebih maju dalam menyikapi perkembangan teknologi yang ada di dunia ini," paparnya.

Mantan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia inipun meminta kepada perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk belajar ke UT.