Istu Handono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Banyuwangi (Nurhadi/ JatimTIMES)
Istu Handono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Banyuwangi (Nurhadi/ JatimTIMES)

Dalam upaya menggerakkan dan menghidupkan sektor pendidikan dalam suasana prihatin akibat pageblug virus Covid-19 di wilayah Banyuwangi, memulai tahun ajaran baru 2020-2021 semua Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah kejuruan (SMA/SMK) baik negeri maupun swasta melaksanakan program Kunjung Sekolah.

Menurut Istu Handono, Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Provinsi (Prov) Jawa Timur (Jatim) di Kabupaten Banyuwangi, dalam tahap transisi menuju tata kehidupan baru atau era new normal bidang pendidikan sesuai izin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, semua SMA/SMK khususnya kelas 10 mengikuti Program Kunjung Sekolah.

Baca Juga : Pemerintah Desa Tiron Dampingi Program Bedah Rumah TNI Bagi Warga Kurang Mampu

”Itu pun ada batasan sehari maksimal tiga jam dan diikuti oleh 72 siswa. Dalam masa awal tahun ajaran ini siswa baru mengikuti program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan secara bergilir,” jelas Istu.

Setelah pemerintah menyatakan berdamai dengan Covid 19 maka untuk sektor pendidikan  pada awal bulan Agustus 2020 mendatang, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jatim akan memulai proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau proses pembelajaran dengan melakukan kombinasi secara Dalam Jaringan (Daring) dan melalui metode luar jaringan (Luring) bagi para siswa, imbuh mantan Kepala Sekolah SMA N 1 Kota Banyuwangi itu.

Dalam masa awal proses pembelajaran, menurut Istu, pemprov Jatim memberikan rekomendasi untuk SMK adalah mata pelajaran produktif. Sedangkan bagi siswa SMA adalah mata pelajaran peminatan dan praktikum. Jumlah siswa yang diberikan kesempatan datang ke sekolah dua kelas saja dengan durasi waktu maksimal 3 jam dalam sehari sampai dengan situasi kondisi memungkinkan.

Kemudian terkait dengan kenyataan tidak semua siswa atau orang tua/wali murid mampu memenuhi sarana prasarana yang memadai untuk mengikuti proses pembelajaran secara Daring, maka pihak sekolah akan mengkombinasi KBM secara tatap muka dan secara online atau daring.

”Untuk proses pembelajaran akan kami atur siswa yang mengikuti secara daring mereka yang memiliki fasilitas yang memadai, mempunyai jaringan wifi, mampu menyiapkan paket data dan lain sebagainya. Bagi mereka yang tidak mampu sekolah tetap akan mengakomodir kebutuhan siswa untuk bisa mengikuti proses pembelajaran,”imbuhnya.

Baca Juga : Kabar Duka, Sastrawan Sapardi Djoko Damono si Hujan Bulan Juni Tutup Usia!

Apabila dalam perkembangan Kabupaten Banyuwangi nanti masuk zona hijau dalam penanganan wabah Covid 19, maka cabang dinas pendidikan Provinsi Jatim di Banyuwangi akan membahas lebih lanjut dengan pihak SMA/SMK tentunya dengan sepengetahuan dan mendapatkan rekomendasi dari Pemprov Jatim, tambah Istu mengakhiri wawancara.

  <