Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo  (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

2 aparat sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung yang kedapatan menyimpan sabu bakal mendapat sanksi tegas. Sanksi tegas itu bisa berupa pemecatan tidak hormat dari statusnya sebagai ASN.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat di wawancarai oleh wartawan.

Baca Juga : Sepakat Kembali ke Beras Medium, AKD Komitmen Awasi BPNT di Setiap Desa

“Tentu saja jika hal itu benar maka harus ada sanksi hukumnya,” ujar Maryoto Birowo, Senin (20/7/2020).

Pelanggaran yang dilakukan kedua ASN itu oleh Bupati dianggap dalam kategori berat. Namun untuk memberikan sanksi berupa pemecatan masih menunggu hasil persidangan.

“Kalau tuntutan hukuman lebih dari 4 tahun, maka bagi ASN harus mengundurkan diri,” ujarnya.

Pihaknya menyerahkan nasib keduanya pada proses hukum yang berlaku.

Saat disinggung apakah akan memberikan bantuan hukum pada kedua ASN itu, bupati mengatakan, bantuan hukum hanya di tingkat penyidikan dan itu pun bersifat konsultasi.

“Karena ini kan enggak ada kaitannya dengan pekerjaan, jadi enggak ada. Kalaupun ada sifatnya hanya konsultasi,” kata Maryoto.

Sebelumnya, 2 ASN Pemkab Tulungagung diringkus oleh Satreskoba Polres Tulungagung. Mereka ditangkap lantaran menyimpan narkotika jenis sabu.

Baca Juga : Diiringi Lagu Berjudul “Percayalah”, Wahyu Hidayat Bakal Fokus Tangani Kasus Covid-19

Mereka adalah WP (laki-laki,37), warga Dusun Manggisan RT. 4/RW 3 Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru dan FA (laki-laki, 37) warga Dusun Payongan RT. 4/ RW 1 Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo.

Penangkapan keduanya dilakukan pada Kamis (16/7/2020) lalu. Dari tangan WP didapati sabu seberat 1,52 gram di dalam pipet kaca.

Saat ditanya oleh Polisi, WP mengaku mendapat barang haram itu dari FA. Selanjutnya petugas bergerak mencari FA di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu. Dari tangan FA petugas mendapatkan 2 paket sabu seberat 0,52 gram dan 0,02 gram serta 1 alat hisap sabu atau bong.

Jika terbukti memiliki sabu tanpa ijin, maka keduanya akan dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.