Petugas Laka Lantas Polres Malang saat melakukan evakuasi korban kecelakaan tunggal di perempatan Tulusayu, Tumpang, Kabupaten Malang. (Screenshots video dari pemilik toko)
Petugas Laka Lantas Polres Malang saat melakukan evakuasi korban kecelakaan tunggal di perempatan Tulusayu, Tumpang, Kabupaten Malang. (Screenshots video dari pemilik toko)

Diduga mabuk akibat pengaruh minuman keras (miras) saat mengemudikan mobilnya, empat pria mengalami kecelakaan tunggal. Mobil sedan yang mereka tumpangi  menabrak sebuah toko di perempatan Tulusayu, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Senin (20/7/2020) sekitar pukul 00.05 WIB dini hari. 

Kanit Laka Lantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto mengatakan mobil sedan dengan nomor polisi N-1960-BQ yang dikendarai Faiz (32), warga Kabupaten Lumajang. "Pengemudi atas nama Faiz yang alami human error. Diduga mabuk," ujarnya, Senin (20/7/2020). 

Saat dilakukan evakuasi pada Senin (20/7/2020) dini hari, dalam satu mobil terdapat empat orang yang memiliki alamat berbeda.  Selain Faiz, ada Khoirul (33) asal Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang; Fani Agus (27) asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang; Willy (35) asal Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Semuanya mengalami luka-luka pada kaki dan tangan. Keempatnya dirawat di Rumah Sakit Sumber Santosa, Kecamatan Tumpang. 

"Pengemudi mobil bernama Faiz tidak membawa STNK (surat tanda nomor kendaraan). Juga tidak membawa SIM (surat izin mengemudi)," ungkap Agus. 

Kronologi kejadian laka tunggal tersebut, Faiz selaku pengemudi melaju dari selatan dengan kecepatan sedang. Di Tulusayu, tiba-tiba dia menabrak sebuah toko serba ada bernama Pelangi yang pemiliknya bertempat tinggal di depan toko tersebut.  "Sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara), pengemudi kurang bisa menguasai laju kendaraannya. Kemudian lepas kendali menabrak toko," ungkap Agus.



Akibatnya, mobil penyok di bagian depan dan sisi kiri. Para penumpang mobil  mengalami luka-luka di kaki, tangan, hingga kepala. Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Santosa. Sementara bangunan toko  mengalami kerusakan yang cukup parah.

Terpisah, pemilik Toko Pelangi Fauzi megatakan bahwa saat terjadi kecelakaan, dirinya bersama keluarga sedang tertidur pulas di rumahnya yang terletak berseberangan dengan toko tersebut. 

"Terus dengar suara kencang di depan rumah. Ternyata toko saya tertabrak. Lumayan, tembok dan pintu toko hampir ambruk akibat tabrakan," ujarnya, Senin (20/7/2020). 

Fauzi menyebutkantotal kerugian materi mencapai puluhan juta. Soalnya, selain bangunan dan pintu harmonika yang rusak, banyak barang di dalam toko yang ikut rusak.  "Ya kurang lebih mencapai Rp 50 juta," pungkasnya.

<