Foto viral Eri Cahyadi bersama Camat Tegalsari Buyung Hidayat.
Foto viral Eri Cahyadi bersama Camat Tegalsari Buyung Hidayat.

Beredar foto viral Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapeko) Surabaya Eri Cahyadi didampingi Camat Tegalsari Buyung Hidayat dengan beberapa orang kompak mengenakan kaus merah dalam suatu ruangan. Foto itu diduga diambil di daerah sekitaran Kecamatan Tegalsari belum lama ini.

Foto tersebut menjadi rasan-rasan karena Eri diduga melakukan kampanye terselubung. Sebab, dia dikabarkan bakal maju sebagai  calon di Pilkada Surabaya tahun 2020 ini. Bisa sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota.

Namun, belum diketahui pasti apa tema pembicaraan dalam pembahasan di sana. Meskipun ada screeshot yang menyebutkan bahwa Eri akan membantu perbaikan rumah warga di Kampung Malang, Kecamatan Tegalsari.

Media ini kemudian mencoba meminta klarifikasi kepada Camat Tegalsari Buyung Hidayat lewat nomor teleponnya, 081330503xxx. Namun, telepon serta pesan singkat yang terkirim lewat aplikasi Whats App tidak dia balas.

Beredarnya foto tersebut kemudian mendapatkan perhatian dari Surabaya Corruption Watch Indonesia (SCWI). Hari Cipto Wiyono salah satu koordinator SCWI menduga ada pelanggaran kode etik dan juga pidana yang dilakukan Eri Cahyadi.

"Eri bisa saya pidanakan korupsi. Dia sosialisasi menggunakan dana APBD dan dengan didampingi camat," ujarnya kepada media ini, Sabtu (18/7).

Dalam waktu dekat ini Cipto bahkan berencana melaporkan Eri ke kejaksaan. "Bisa Kejaksaan Negeri Surabaya atau Kejaksaan Tinggi Jatim," ujarnya.

Menurut Cipto,  setelah adanya pelaporan, kejaksaan diharapkan tak bersikap ewuh-pakewuh. Sebab, sebelumnya sudah disediakan rumah dinas oleh Pemkot Surabaya. "Semua sama di mata hukum," tegasnya.

Cipto bahkan berani mengklaim sudah memiliki dua alat bukti yang cukup. Hanya, dia memilih merahasiakan itu. "Ini supaya calon-calon bersih. Tidak menggunakan dana APBD dan negara harus murni dana pribadi. Kalau dia pengen jadi wali kota, segera mundur. Eri harus transparan," tandasnya.

Selain itu, Cipto berharap agar Bawaslu Surabaya segera bertindak karena Eri juga dianggap diduga melanggar kode etik ASN tentang bersikap netral. "Saya harap Eri sebagai calon wali kota beri contoh yang baik. Contohnya seperti kemarin, beras bantuan ada gambar dia salah satunya," imbuhnya.

Selain Camat Tegalsari Buyung Hidayat, media ini juga coba melakukan konfirmasi ke Eri Cahyadi langsung. Setali tiga uang, telepon serta pesan singkat yang dikirim juga tidak terbalas.