Proses Pemakaman PDP Covid-19 Kota Malang yang meninggal. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Proses Pemakaman PDP Covid-19 Kota Malang yang meninggal. (Foto: Humas Pemkot Malang).

Lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang cukup menghawatirkan banyak pihak, tak terkecuali legislatif. Terlebih lagi, dari lonjakan kasus saat ini juga berpengaruh pada penambahan pasien meninggal dunia.

Karena itu, dewan pun menyarankan pihak eksekutif untuk mempersiapkan pemakaman khusus kasus Covid 19. ”Kondisi ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang perlu mempertimbangkan pemakaman khusus jenazah kasus Covid-19," kata Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi.

Alasannya, berkaitan dengan ketersediaan lahan makam di Kota Malang saat ini sudah semakin sempit. Belum lagi, dari data yang ter-update setiap harinya paling tidak tercatat dalam sehari ada 2 warga meninggal dan dimakamkan dengan status baik PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ataupun konfirm positif Covid-19.

"Kami minta hal ini bisa secepatnya dicarikan solusinya. Lahan makam ini tidak sama-sama rata semua tanahnya. Ada yang kalau malam-malam karena terjal jalannya, ini menjadi mengkhawatirkan. Kita memerlukan lahan makam yang rata sehingga proses pemakaman aman," jelasnya saat Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD Kota Malang, Kamis (16/7/2020).

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan usulan yang disampaikan oleh anggota dewan akan menjadi pertimbangan. Namun, saat ini pihaknya akan mencari terlebih dahulu terkait lahan yang tepat untuk disesuaikan sarana prasarana pendukungnya. "Kita carilah nanti ya, saran cukup kita perhatikan, dan kita akan mencari lahannya," ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan nantinya Pemkot Malang akan menata dan menginventarisir lahan-lahan aset yang sekiranya dapat dimanfaatkan untuk lahan pemakaman.

Ia menjelaskan untuk pasien kasus Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di tempat pemakaman umum sejauh ini memang tidak ada penolakan dari warga sekitar.

Namun, ia tak menampik jika menerima laporan di lapangan saat petugas yang melakukan pemakaman pada malam hari cukup kesulitan karena akses jalannya cukup susah. 

"Sejauh ini belum ada penolakan dan mudah-mudahan tidak ada penolakan. Cuma kendalanya kalau memakamkan tiap malam akses jalannya susah. Di tengah ini pakai peti, harus dorong itu. Jalannya susah, kami akan pertimbangkan itu," tandasnya.

Sebagai informasi, jumlah kasus konfirm positif Covid-19 di Kota Malang sudah mencapai angka 379. Pasien yang meninggal tercatat sebanyak 27 orang. Sedangkan angka PDP Covid-19 tercatat sebanyak 505 kasus. PDP yang meninggal ada sebanyak 45 orang.