Beras bermerek "Lahap" menjadi komoditas yang dibagikan untuk KPM di Kedungwaru / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Beras bermerek "Lahap" menjadi komoditas yang dibagikan untuk KPM di Kedungwaru / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Perluasan mulai disalurkan di Kabupaten Tulungagung, Kamis (16/07/2020). Pada tahap pertama ini, bantuan disalurkan di dua desa, yakni Desa Plandaan dan Majan di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. 

Warga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di dua desa inipun terlihat sumringah dengan bantuan yang diterima. "Alhamdulillah, beras yang biasanya dikemas karung polos sekarang berubah beras premium yang biasa kita lihat di toko," kata, Anik seorang ibu rumah tangga yang mengambilkan jatah neneknya.

Baca Juga : Kapolres Resmikan IMIT jadi Industri Tangguh, Pengusaha: Kita Bagikan Botol Minuman

 

Selain Anik, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lain yang bernama Anik Budianti juga mengaku puas dengan komoditas beras premium bermerek yang diterimanya dalam pencairan kali ini. "Sangat puas, berharap di pertahankan beras premium yang bagus," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kedungwaru, Irsan mengatakan pembagian BPNT rencananya dilakukan serentak pada Sabtu, (18/07) lusa. Namun, dua desa yang telah siap dibagikan memutuskan untuk menyalurkan ke KPM pada hari ini. "Ada dua desa hari ini, namun serentak akan dilakukan pembagian pada Sabtu nanti untuk BPNT Reguler dan perluasan," jelasnya.

Ketua Tim Koordinasi Bansos Pangan Kecamatan yang juga camat Kedungwaru, Hari Prastijo mengaku lega dengan perbaikan kwalitas komoditas beras premium 12,5 kilogram dari sebelumnya. "Kualitas beras sudah sangat-sangat baik, sudah sangat layak dikonsumsi," kata pria yang akrab di sapa Yoyok itu.

Dirinya akan terus melakukan pengawasan terhadap komoditas termasuk telur dan ikan segar untuk memastikan KPM dapat terlayani haknya dengan baik.

Baca Juga : Rumah Penerima Bantuan di Desa Sukodono Dilabeli Warga Miskin

 

Jika masih ada upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab termasuk mobilisasi KPM ke wilayah lain, Yoyok tidak segan melakukan tindakan. Pasalnya, setiap keluhan dan masukan KPM dapat melaporkan ke desa masing-masing untuk ditindaklanjuti agar kedepan masalah distribusi barang benar-benar dapat diterima dengan baik dan tepat sasaran.