01/12/2022 Larang Takbir Keliling, Pemkot Yogyakarta Minta Kotak Infak Tak Beredar saat Idul Adha | Jatim TIMES

Larang Takbir Keliling, Pemkot Yogyakarta Minta Kotak Infak Tak Beredar saat Idul Adha

Jul 16, 2020 13:51
Wali Kota dan wawali saat koordinasi dan memberikan penjelasan terkait surat edaran Idul Adha.
Wali Kota dan wawali saat koordinasi dan memberikan penjelasan terkait surat edaran Idul Adha.

Pewarta: Seruni UK | Editor: Yunan Helmy

 Hari Raya Idul Adha 2020 semakin dekat. Karena masih dalam kondisi pandemi covid, Pemerintah Kota Yogyakarta membuat aturan-aturan tertentu untuk dipatuhi warganya terkait pelaksanaan ibadah tersebut. 

Aturan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Yogyakarta Nomor: 451/9162/SE/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Idul Adha 1441 Hijriyah dalam Situasi Pandemi Covid-19 di Kota Yogyakarta.

Baca Juga : Main Tiktok, Kadis Pariwisata Bondowoso Turun Pangkat jadi Staf

Dalam surat edaran ini, semua hal yang terkait pelaksanaan ibadah Idul Adha diatur secara detail. Mulai dari takbir, salat Idul Adha, penyembelihan, penjualan hewan kurban hingga pembagian daging. Aturan ini dikeluarkan berlaku khusus pada tahun 2020 dengan tujuan agar ibadah Idul Adha tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19 mengingat banyaknya aktivitas masyarakat yang padat dan berkerumun.

Khusus untuk takbir keliling, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti tidak memperbolehkan takbir keliling dan sangat menganjurkan untuk dilakukan dari rumah saja. “Memang seyogyanya takbiran dilakukan di rumah saja mengingat kondisi penyebaran covid-19 masih ada,” ucapnya pada saat rakor persiapan pelaksanaan Idul Adha 1441 Hijriyah.

 Lebih lanjut mengenai pelaksanaan salat Idul Adha, pemkot menganjurkan warganya agar melaksanakan di rumah masing-masing.

Namun, masjid dan musala yang menyelenggarakan salat id  tetap dibolehkan dengan syarat harus mengantongi surat keterangan aman covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Walaupun mendapatkan izin, wali kota tetap memerintahkan para camat di masing-masing kecamatan untuk melakukan pemantauan secara intensif kepada warganya, termasuk untuk mengarahkan agar tidak mengelilingkan kotak infak saat setelah salat Idul Adha.

 "Takmir tidak perlu mewadahi infak atau sedekah jamaah dengan cara mengedarkan kotak infak karena berpindah-pindah tangan sehingga rawan penularan penyakit," kata Haryadi.

Selain pemotongan hewan kurban secara mandiri, pemkot juga menganjurkan agar melakukan pemotongan di rumah pemotongan hewan (RPH) yang ada. Namun,  karena terbatasnya RPH dan banyaknya hewan kurban yang dipotong, pemkot mengarahkan masyarakat untuk berkoordinasi dengan Baznas DIY yang telah bekerja sama dengan 526 titik RPH.

Baca Juga : Pemkot Malang Inginkan Budidaya Herbal Masuk Kurikulum Pendidikan Lokal

Menanggapi hal ini, masjid-masjid di wilayah Kota Yogyakarta setuju dengan SE wali kota dan tetap akan melaksanakan rangkaian Idul Adha sesuai aturan yang ada. Muhammad Firdaus, salah satu ketua panitia pelaksanaan Idul Adha di Masjid Al-Manshurin Pingit Bumijo Jetis, menyatakan sudah mempersiapkan segala aspek terkait hal ini. 

Semua aspek pelaksanaan Idul Adha dari pembentukan kelompok pemotongan hingga mewajibkan semua yang terlibat mematuhi protokol kesehatan. Antara lain penggunaan masker dan cuci tangan pakai sabun. 

“Kami mewajibkan semua orang yang terlibat penyembelihan dan pemotongan hewan kurban untuk menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, dan penggunaan sarung tangan. Selain itu, masing-masing kelompok penyembelihan dilarang pinjam meminjamkan alat seperti golok dan kapak kepada kelompok lain," ucapnya.

 

Judul berita Larang Takbir Keliling, Pemkot Yogyakarta Minta Kotak Infak Tak Beredar saat Idul Adha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Takbir Keliling Pemkot Yogyakarta

Berita Lainnya