Salah satu guru melakukan pembelajaran secara daring. (ist)
Salah satu guru melakukan pembelajaran secara daring. (ist)

Memasuki tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar sekolah di Kota Kediri telah dimulai. Jika biasanya pada awal tahun ajaran baru sekolah tampak ramai dengan peserta didik, kali ini tampak sepi karena pembelajaran masih dilakukan secara daring di tengah pandemi seperti saat ini.

Seperti yang terlihat di SMPN 1 Kediri. Para guru sibuk melakukan pembelajaran secara daring. Di samping itu, peserta didik baru yang seharusnya mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sekolah saat ini terpaksa harus melakukannya dari rumah.

Baca Juga : 480 Siswa Ikuti MPLS di Kabupaten Ngawi, Ini yang Dilakukan Pihak Sekolah

“Mau tidak mau ya harus dilakukan secara daring karena ini sesuai dengan imbauan dan peraturan pemerintah demi kebaikan semua pihak. Baik untuk peserta didik, guru dan semua orang yang terlibat di dalamnya” ungkap Marsudi Nugroho, kepala SMPN 1 Kediri, Senin (13/7/20).

Menurut Marsudi, meski pembelajaran dilakukan secara daring, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan secara maksimal. Bahkan, sebelum pembelajaran hari ini dimulai, seluruh warga sekolah yang meliputi guru, staf, dan peserta didik mengikuti upacara bersama secara daring, lengkap dengan seragam mereka.

“Memang akan ada tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya. Namun kami tetep optimistis dapat melakukan KBM dengan maksimal secara daring ini” kata dia.

Untuk memonitor perkembangan peserta didik selama belajar di rumah, pihak sekolah secara rutin melakukan komunikasi dengan orang tua mengingat peran orang tua sangat signifikan terlebih dengan kondisi seperti ini.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Kediri secara rutin juga melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pelaksanaan KBM secara online ini. Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Qoyim, kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, saat ditemui di lokasi.

“Kami terus melakukan pendampingan dan pengawasan ke setiap sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Kediri dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring ini. Hal ini kami lakukan untuk memastikan bahwa KBM dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Baca Juga : 480 Siswa Ikuti MPLS di Kabupaten Ngawi, Ini yang Dilakukan Pihak Sekolah

Ibnu Qoyim juga berpesan kepada seluruh tenaga pendidik supaya lebih giat lagi dalam membentuk mental peserta didik. Selain itu, mereka diimbau untuk mampu memberikan pembelajaran yang menarik guna meningkatkan minat belajar peserta didik dengan metode daring seperti ini.

Tidak berhenti di situ. Dia juga berpesan kepada seluruh orang tua wali murid, supaya mendampingi dan memberikan pengawasan kepada buah hatinya saat melakukan pembelajaran secara daring. “Mungkin agak sulit, namun pendampingan harus dilakukan secara intensif guna menjamin efektifnya pembelajaran secara daring ini,” tandasnya.