Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) memastikan melakukan penghentian atau moratorium terhadap Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020.

Hal itu menyusul masih berlangsungnya pandemi covid-19. Selain itu, saat ini proses Penerimaan CPNS 2019 masih dalam tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB). Di sisi lain, nasib dari CPNS 2019 pun sampai saat ini masih belum jelas.

Baca Juga : Soal Polemik Reklamasi Ancol dan Museum Sejarah Nabi, Anies Akhirnya Angkat Bicara!

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto menyampaikan, sampai saat ini Pemerintah Kota Malang belum menerima secara resmi pemberitahuan berkaitan dengan moratorium tersebut.

"Belum ada pemberitahuan dari pusat berkaitan dengan moratorium itu. Sepertinya itu untuk tahun depan. Kalau yang saat ini sepertinya masih akan berjalan, karena memang sudah melalui berbagai tahapan," jelasnya, Senin (13/7/2020).

Lebih jauh Wasto menjelaskan, kelanjutan dari proses seleksi CPNS itu akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Kota Malang pun siap untuk melakukan dan melalui tahapan yang masih belum dilakukan.

"Kapan proses lanjutan akan dilakukan masih belum diinformasikan lagi. Kami siap melaksanakan," tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 10.070 pelamar tercatat telah melakukan pendaftaran CPNS di Kota Malang. Mereka akan memperebutkan 335 formasi yang telah disiapkan melalui berbagai tahapan yang dilaksanakan sejak Februari 2020 lalu.

Dari 10 ribu lebih pendaftar, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mencatat ada tiga formasi yang paling banyak diminati. Posisi pertama adalah formasi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa yang sampai pada pendaftaran terakhir telah diisi 2.372 pelamar. Sementara lowongan yang disediakan dalam bidang ini adalah 15 formasi.

Baca Juga : DPRD Kota Kediri Berhentikan Wakil Wali Kota lewat Rapat Paripurna

Posisi terbanyak peminat ke dua adalah formasi bidan yang memiliki 582 pelamar. Sedangkan formasi yang disiapkan untuk pelaksana atau terampil bidan adalah 16 formasi.

Selanjutnya di posisi ke tiga yang paling banyak diminati adalah guru matematika sebanyak 538 pelamar dari lima formasi yang ditetapkan. Artinya, persaingan ketat akan dihadapi oleh para pelamar yang mendaftarkan diri pada tiga posisi di atas.