M. Satuki Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Jember (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)
M. Satuki Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Jember (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)

Jember bersama dengan 4 kabupaten di Jawa Timur yakni Bondowoso, Pacitan dan Madiun berada di zona kuning, namun meski demikian 5 Pos Pemeriksaan di pintu masuk Kabupaten Jember tidak akan dibongkar, dan tetap menjalankan tugasnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Meski saat ini Jember sudah termasuk zona kuning, tapi keberadaan Pos Kesehatan di 5 pintu masuk Kabupaten Jember belum akan dibongkar, sampai saat ini masih melakukan screening pendatang, apalagi sekarang masih ada UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer, red),” ujar Satuki Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Baca Juga : Meski Tidak Ada Rekruitmen, Ketua PPI Jatim Usulkan Paskibraka Tetap Bertugas

Satuki mengakui, jika keberadaan Pos Pemeriksaan di perbatasan atau pintu masuk ke Jember, tidak se efektif saat arus mudik dan balik pada lebaran lalu, namun pihaknya memastikan, bahwa petugas-petugas yang ditunjuk masih menjalankan tugasnya di Pos Kesehatan dengan baik.

“Memang diakui, keberadaan pos pemantau kesehatan di pintu masuk Jember tidak seperti saat awal Covid-19 dan lebaran lalu, tapi sampai saat ini, kami masih menempatkan petugas di pos-pos tersebut, apalagi Jember merupakan kota yang jujukan (tujuan,red) bagi banyak pendatang dari luar daerah,” ujar Satuki.

Satuki menambahkan, memang hampir sebagian besar pos pemeriksaan kesehatan Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Timur sudah mulai dibongkar, namun, untuk Kabupaten Jember masih belum ada keputusan kapan akan dibongkar.

Baca Juga : Embat Uang Angsuran, Makelar Mobil di Jember Diadukan ke Polisi

“Memang banyak bahkan mungkin hampir separo pos pemeriksaan kesehatan di beberapa daerah sudah dibongkar, tapi untuk Jember, masih belum ada keputusan, karena targetnya sampai menjadi zona hijau dulu, itupun masih belum tentu dibongkar, kalau sekiranya penyebaran Covid-19 masih mengkhawatirkan,” pungkas Satuki. (*)