Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto:  Pikiran Rakyat)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Pikiran Rakyat)

DKI Jakarta saat ini tengah menjalani proyek reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.  Namun, proyek tersebut justru membuat Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) meradang lantaran istilah yang digunakan.  

Dalam proyek ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan istilah “perluasan daratan” dalam proyek reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.   Akibatnya, Anies Baswedan dinilai hanya bermain kata-kata demi menghindari penggunaan kata reklamasi.  

Baca Juga : Pemerintah Gegabah Menggunakan Istilah Zona Hijau

Dikatakan Sekjen Kiara Susan Kerawati, Anies menggunakan istilah tersebut karena khawatir akan disamakan dengan pandahulunya, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).   Terlebih, menolak reklamasi merupakan janji saat Anies dalam kampanyenya di pilkada Jakarta beberapa waktu lalu.  

Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menurut Susan, reklamasi merupakan pembangunan daratan di atas permukaan air.  Sehingga istilah 'perluasan daratan' sama dengan reklamasi jika menimbun tanah di atas laut.  

"Kalau konteksnya membuat daratan, ya reklamasi. Mau muter gimana pun, di KBBI sudah tercantum jika perluasan daratan di atas air adalah reklamasi," ujar Susan.  

Susan menuding Anies khawatir jika menggunakan kata reklamasi bisa menimbulkan anggapan ingkar janji kampanye.  

Baca Juga : Polres Madiun Kota Giatkan Pemantauan dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Dia mengungkapkan saat ini melayan dan warga pesisir tak memerlukan istilah itu.  Susan hanya menuntut kejujuran Anies untuk bisa melihat dampak proyek tersebut bagi warga sekitar.