Kantor Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun.
Kantor Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun.

Seiring dengan diberlakukannya new normal di Kota Madiun, beberapa instansi sigap dengan konsep terbaiknya. Misal Pemkot Madiun dengan bus wisatanya serta jajaran Polres Madiun Kota dengan motor tangguh dan mobil tangguhnya.

Hal itu juga diikuti oleh Pemerintah Kelurahan Rejomulyo seiring munculnya keluhan warga terkait bantuan sosial (bansos) saat pandemi ini. Kantor Kelurahan Rejomulyo siap membantu masyrakat yang kadang bingung mengenai bantuan sosial pemerintah.

Baca Juga : Pemkab Jember Salurkan Jaring Pengaman Sosial kepada 8.000 Warga

Selama ini, masyarakat mengetahui, sebagai bukti keterbukaan dalam pendataan, Pemkot Madiun yang akhirnya mengeluarkan aplikasi satu data di https://satudata.madiunkota.co.id. Tujuannya mempermudah masyarakat Kota Madiun mengetahui apakah sudah terdaftar dalam penerima salah satu jenis bantuan dari Pemkot Madiun atau belum.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa tak sedikit dari masyarakat  yang sudah terdaftar dalam aplikasi satu data. Tapi kenyataannya, bantuan tersebut tidak pernah mereka terima sehingga menimbulkan keresahan.

Contoh riil  yang dikeluhkan Ruth Sugiharti, warga  RT 36, RW 11 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Mangunharjo. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai ojek online (Ojol) dan suaminya sebagai juru parkir di Jalan Trunojoyo itu selama pandemi ini sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemkot Madiun.

“Suami saya pernah tanya Pak Agus selaku ketua RT 11. Namun jawabannya,  status kartu keluarga saya warga Kelurahan Rejomulyo namun tinggalnya di luar kelurahan. Maka bantuan itu tidak bisa diberikan,” ungkap Ruth.

Ruth mengatakan bahwa dia dan keluarganya memang ngontrak rumah di Jalan Candi Sewu, Kelurahan Mangunharjo. Tapi kelurahan yang dia tinggali  itu juga tidak pernah memberikan bantuan.

  “Sejak adanya pandemi ini, sehari saya cuma dapat satu orderan. Kadang malah nggak dapat sama sekali,” keluh ojol wanita tersebut.

"Kemarin saya dikasih tahu ketua RT Kelurahan Mangunharjo agar saya sebaiknya pindah tempat. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengurus surat pindah tempat ke Jalan Candi Sewu No 48 C Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mangunharjo. Agar nantinya kalau ada bantuan dari pemerintah bisa diajukan oleh pihak RT setempat," ucapnya.

Baca Juga : Menunggu Zona Hijau, Kapolres dan Wali Kota Batu Larang Acara Hajatan Pernikahan

Saat Madiun Times klarifikasi perihal keluhan tersebut kepada Lurah Rejomulyo Bambang menyampaikan bahwa telah dilakukan pengecekan data penerima bansos. Terlihat jelas jika nama tersebut masuk daftar penerima bantuan paket sembako, bukan masuk data penerima BST (bantuan sosial tunai).

“Berdasarkan keterangan ketua RT  dan RW, Ibu Ruth sudah lama tidak tinggal di tempat. Gang bersangkutan hanya numpang KK sementara. Kami harus menyampaikan apa adanya di lapangan sehingga kami beri keterangan data tersebut tidak ditemukan,” ungkap Bambang.

Bambang menambahkan bahwa hendaknya warga yang benar-benar tinggal di Kelurahan Rejomulyo dan terdampak covid datang ke kelurahan manakala memang belum menerima bantuan paket sembako.

"Bagi warga Kelurahan Rejomulyo yang memang benar-benar belum menerima bansos sembako, akan kami berikan surat keterangan dan bisa mendatangi posko penanggulangan covid-19 di Jalan Pahlawan. Kami tidak pernah mempersulit warga kami untuk memberikan pelayan terbaik" pungkasnya.