Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief saat bertemu dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Jember (foto : diskominfo / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief saat bertemu dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Jember (foto : diskominfo / Jatim TIMES)

Pemerintah bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Jember, terus mematangkan untuk mewujudkan Jember sebagai kota religius. Bahkan saat ini Pemkab bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Jember sedang menyiapkan buku pedoman untuk anak Jember menuju generasi yang agamis dan religius.

“Saat ini kami bersama dewan pendidikan sedang menyiapkan buku pedoman untuk anak-anak dengan latar belakang agama dan keyakinan masing-masing, dan ini hanya pintu masuk untuk mengantarkan generasi muda Jember, menjadi generasi muda yang agamis dan religius,” ujar Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arif.

Baca Juga : KemenPAN-RB Umumkan Peniadaan Rekrutmen CPNS, Pemkab Malang Terancam Kekurangan Tenaga ASN

Wabup menambahkan, untuk generasi muda muslim, anak-anak akan menggunakan buku panduan selawat, dan bagi yang beragama Hindu akan menggunakan Mantra Gayatri, Protestan dengan Do’a Bapa Kami, dan Katolik dengan Doa Model Meditasi.

Dari perbedaan agama dan keyakinan tersebut, Pemkab Jember bersama Dewan Pendidikan juga mengimbau pada sekolah yang mempunyai siswa bermacam-macam agama untuk tidak mengasingkan siswa yang beragama berbeda dengan mayoritas.

“Karena mereka juga mempunyai porsi yang sama, perhatian yang sama, dengan cara agama dan keyakinan mereka masing masing,” terang wabup.

Selain menjadi keinginan besar untuk mengantarkan Jember menjadi generasi muda yang religius dan agamis, penyusunan buku pedoman itu sebenarnya berangkat dari kegalauan generasi muda sekarang yang sudah mulai terasa menjauh dari nilai-nilai keagamaan.

Padahal, nilai-nilai keagamaan itu sangat penting supaya tidak hanya pandai secara intelektual, akan tetapi secara spiritual juga mumpuni.

Maka dari itu kegiatan dengan pendekatan keagamaan, kegiatan spiritual, harus benar benar dirancang secara serius. Dewan Pendidikan sudah menyiapkannya.

Baca Juga : Geram Permintaan Hearing Masalah BPNT Tak Direspon Dewan, LSM Cakra Siap Gelar Aksi

Sementara Ketua Dewan Pendidikan, Dr. H. Hobri, S,Pd., M.Pd, menjelaskan langkah konkret ke depan akan melakukan sosialisasi melalui Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Jember untuk peluncuran program buku panduan tersebut, serta mengeluarkan surat edaran untuk sekolah melaksanakan program buku panduan tersebut.

“Harapan Dewan Pendidikan, sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo, salah satunya penerapan program penguatan karakter,” katanya.

Salah satu penguatan karakter itu, yaitu religius. “Maka dari religius itu kita bisa gunakan potensi lokal atau local wisdom. Kita memilih selawat sebagai pendamping untuk memperkuat doa,” pungkasnya. (*)