Screenshots pesan yang terdapat di salah satu grup WhatsApp terkait jadwal razia masker yang dilakukan petugas gabungan pengawas Covid-19. (Foto: Istimewa)
Screenshots pesan yang terdapat di salah satu grup WhatsApp terkait jadwal razia masker yang dilakukan petugas gabungan pengawas Covid-19. (Foto: Istimewa)

Beredar pesan berantai yang tersebar melalui grup Whatsapp (WA) Pasar Malang Raya dengan mengatasnamakan razia gabungan pengawas protokol Covid-19 tiga instansi yakni TNI, Polri dan Satpol PP. Pesan itu berisikan jadwal untuk melaksanakan operasi gabungan dan razia terkait penerapan penggunaan masker. 

Pesan yang mulai tersebar sejak hari Minggu (5/7/2020) ini membuat masyarakat bingung. Pasalnya, di dalam pesan tersebut memuat jadwal petugas gabungan melakukan razia masker di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Mulai dari pasar, jalan raya hingga pusat keramaian lainnya. 

Baca Juga : Bubarkan Balap Liar, TNI-Polri di Blitar Perketat Protokol Kesehatan

Selain memuat jadwal razia, dalam pesan tersebut juga dikatakan bahwa jika masyarakat yang tidak membawa dan tidak memakai masker sesuai imbauan pemerintah akan dikenakan sanksi sosial. 

Dalam pesan WA tersebut disebutkan juga terkait sanksi sosial yang akan diterapkan yakni berupa menyapu jalan dan penyitaan KTP masyarakat oleh petugas gabungan. 

Disebutkan bahwa jadwal razia masker akan dilakukan di pasar seluruh Kabupaten Malang, dimulai pukul 09.00 - 12.00 WIB. Lanjutnya untuk pukul 14.00 - 17.00 WIB akan dilakukan razia di jalan raya dan pusat keramaian. Sedangkan pada pukul 21.00 - 23.00 WIB dilakukan razia masker di tempat hiburan, cafe, warung kopi dan lain-lain. 

Merespon hal tersebut, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menjelaskan bahwa terkait pesan berantai di grup WA tersebut bukan dari instansinya. Serta terkait penjadwalan razia masker yang resmi tidak ada ketentuan jam dan tempatnya.

"Kami memang ada operasi razia tapi itu sudah pada tanggal 23 Juni lalu bukan 5 Juli sekarang. Untuk tempat dan waktu razianya itu acak tidak ada ketentuan," jelasnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta, Senin (6/7/2020). 

Terkait tempat dan waktu razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Malang bersama aparat gabungan lainnya berdasarkan arahan dan keputusan dari Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan). Karena yang mengetahui tingkat keramaian di suatu wilayah tersebut pertama kali dari jajaran Muspika. 

Sejak tanggal 23 Juni 2020 lalu, pihak Satpol PP Kabupaten Malang telah mengirimkan masing-masing dua personelnya untuk ditempatkan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Bandel Tak Gunakan Masker, Pemuda di Kota Batu Ini Dihukum Kumpulkan Sampah

"Untuk razianya itu tergantung instruksi Muspika setempat. Apakah mau ke pasar, atau ke kopian. Kan yang tahu keramaiannya ya muspika setempat. Nanti kita bergerak sama Polisi dan TNI," ujar Mando. 

Terdapat tiga tempat yang menjadi fokus utama Satpol PP bersama TNI dan Polri dalam melakukan operasi gabungan dan razia masker kepada masyarakat. Yakni wilayah Singosari, Lawang dan Karangploso. Di mana ketiganya merupakan wilayah yang merupakan zona merah Covid-19. 

"Kami ya berpatroli untuk memeriksa kalau ada keramaian di zona merah. Untuk waktunya kalau ini jam 3 sore sampai jam 7 malam dan dilanjutkan shift ke dua jam 7 malam sampai jam 11 malam," tutur Mando.

Mando menambahkan, bahwa jika ditemukan masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19, salah satunya terkait penggunaan masker akan langsung diterapkan Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2020. 

"Dan jika ketahuan tidak memakai masker, ya sesuai Perda nomor 20 tahun 2020, kami sita KTP-nya dan juga menyapu jalan," pungkasnya.