Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Hari ini, Senin (6/7/2020) Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bakal kembali melakukan aksi damai. Aksi tersebut berkaitan mengenang aksi 22 tahun Biak berdarah. Rencananya, aksi akan dilangsungkan di perempatan ITN, Jalan Veteran Kota Malang. 

Berkaitan tentang aksi tersebut, pihak Polresta Malang Kota akan menjalankan strategi pengamanan yang berbeda. Pasalnya, dalam aksi sebelumnya sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dengan peserta demo. 

Baca Juga : Kerap Episentrum Gempa, Kabupaten Malang Tanam 4 Alat Deteksi Dini Bencana

Saat itu, yang menjadi pelapis depan barisan pengaman adalah para Polwan. Namun dalam pengamanan kali ini, pihak kepolisian tidak melibatkan Pasukan Asmaul Husna yang beranggotakan para Polwan tersebut.

Hal ini lantaran, dalam pengawalan sebelumnya dinilai kurang efektif karena tindakan massa menyebabkan satu polwan terdorong jatuh hingga pingsan.

Hal tersebut dibenarkan Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, saat apel pagi pengamanan di Mapolresta Malang Kota, Senin, (6/7/2020).

"Saya tidak mau hal itu terjadi lagi. Semua pasukan harus lebih siap, pasukan dalam maupun yang lainnya. Sebelum kegiatan penanggung jawab saya minta menghadap saya terlebih dulu. Buat komitment, agar situasi kondusif," bebernya.

Selian itu, pihaknya juga menekankan kepada para anggota, agar dalam pengamanan tidak terpancing atau terprovokasi atas aksi dari para peserta aksi, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tidak ada yang menggunakan mulut, tangan ataupun kaki jangan terprovokasi. Biar saya yang menilai situasi. Jika anda tersentuh, tahan dan sabar," bebernya.

Baca Juga : Tak Diusulkan Dana Operasional, BPSK Kota Malang Diminta Vakum

Bukan hanya itu, dalam pengamanan, para personel juga diinstruksikan agar tidak membawa senjata api, peluru tajam termasuk tongkat, dan hanya diperkenankan untuk membawa pita pembatas maupun tameng.

"Namun tameng pun tidak digunakan, tapi tetap disiapkan. Termasuk kita juga kerahkan mobil Public address untuk memutar lagu religi supaya suasana damai dan juga diharapkan itu berdampak membuat peserta aksi tenang," jelasnya.

Dalam aksi pengamanan, Kapolresta Malang Kota juga meminta untuk petugas mendokumentasikan setiap kejadian dari segala sisi, baik foto maupun video.

"Yang jelas semua sudah standby di lokasi sebelum para peserta aksi datang," pungkasnya.