Ketua DPC PDI Perjuangan, Didik Gatot Subroto didampingi oleh Wakil Ketua DPC Bidang Pemuda dan Olahraga, Abdul Qodir saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (2/7/2020).
Ketua DPC PDI Perjuangan, Didik Gatot Subroto didampingi oleh Wakil Ketua DPC Bidang Pemuda dan Olahraga, Abdul Qodir saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (2/7/2020).

DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI Perjuangan Kabupaten Malang menyatakan kekecewaannya terhadap oknum masyarakat yang melakukan pembakaran bendera PDIP beberapa waktu lalu di Jakarta, yang pada akhirnya membuat DPC PDIP akan menempuh jalur hukum atas peristiwa tersebut dengan melaporkan ke Polres Malang. 

Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengungkapkan bahwa dirinya dan seluruh kader PDIP yang ada di Indonesia akan merasakan kekecewaannya terhadap insiden tersebut. Karena bendera dengan logo kepala banteng moncong putih berlatarbelakang warna merah merupakan lambang partai. 

"Karena ini kan marwah. Bendera itu kan bagian dari lambang partai, kami merasa tercederai," ujarnya ketika dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (2/7/2020). 

Atas kekecewaan itu pun, akhirnya akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang pada hari Sabtu (4/7/2020) mendatang. Didik beralasan selain ini merupakan sikap kekecewaan dengan menempuh jalur hukum, arahan ini juga merupakan instruksi dari Sekretaris Jenderal DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Laporannya nanti Sabtu, yang dilakukan PDI Perjuangan. Karena ini perintah harian Pak Sekjen, maka DPC PDI Perjuangan melakukan hal-hal yang dilaksanakan. Salah satu diantaranya mengambil langkah-langkah, berkoordinasi dengan teman-teman DPC, BBHA (Badan Bantuan Hukum dan Advokasi), DPC segera membuat pelaporan kepada Polres Malang," jelasnya. 

Didik yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang menuturkan, meskipun lokasi terjadinya pembakaran bendera PDIP tersebut berlokasi di Jakarta, pihaknya akan tetap membuat laporan ke Polres Malang sebagai bentuk upaya memberikan dukungan terhadap sikap DPP PDIP.

"Kita tetap membuat laporan resmi dalam rangka memberikan dukungan laporan yang dilakukan oleh DPP," tandasnya. 

Dirinya berharap agar pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Malang dapat menerima laporannya dan dapat menindak tegas, menangkap dan memroses oknum-oknum pembakar bendera PDIP tersebut yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Harapannya, polisi segera menindak tegas beberapa oknum yang telah membakar bendera partai," ungkapnya. 

Sebagai informasi, bahwa insiden pembakaran bendera PDIP dilakukan oleh beberapa oknum saat terjadinya aksi demonstrasi penolakan RUU HIP (Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila) di Jakarta pada hari Rabu, (24/6/2020). Membut seluruh kader PDIP se-Indonesia bereaksi, salah satunya dengan membuat laporan ke Polres di daerahnya masing-masing.