KH khafid Izzuddin Ketua Syuriah PCNU Kota Madiun
KH khafid Izzuddin Ketua Syuriah PCNU Kota Madiun

Pemakaman di Dukuh Nguwot, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ramai diperbincangkan di media sosial setelah dicat warna-warni.

Tujuan awal pengecatan itu sebenarnya untuk mengikuti program lomba kebersihan dan keindahan yang diselenggarakan oleh Dinas Perkim Kota Madiun dan pada akhirnya menjadi juara satu tingkat Kota Madiun.

Baca Juga : Peringati HUT Bhayangkara, Polres Tulungagung Bagi SIM Gratis dan Alat Bantu

Selain untuk mengikuti lomba tersebut menurut penuturan ketua RW setempat Sukaryono hal ini juga untuk menghilangkan kesan seram. Dia bersama warga berharap warga masyarakat yang akan berkunjung ke makam tidak merasa takut atau tidak ada kesan menyeramkan.

Sementara, hal ini menggelitik PCNU Kota Madiun untuk memberikan tanggapan dan menegaskan bahwa hal itu tidak dibenarkan dalam agama.

Salah satunya Kyai Khafid Izzuddin, Ketua cabang Syuriah pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)  Kota Madiun, 

"Jika tujuannya menjadi tidak menyeramkan dan bisa untuk tujuan wisata, atau tempat jagongan maka hal itu dapat merusak tujuan utama ziarah. Bisa menyebabkan tujuan untuk mengingat mati hilang," terang Ketua Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun KH Khafid Izzuddin kepada Madiuntimes.com, kamis (02/7/2020).

Menurut Kyai Khafid kepada team Madiun Times, Sebaiknya kalau itu melihat dari Masfadah Maslahahnya. “Seng apik ki ora diwarna warni (lebih baik tidak diwarna-warni) biar tidak merubah dari niat ziaroh itu sendiri, kalau dibersihkan (monggo) silahkan malah lebih bagus,” ungkap Kyai Khafid.

Kyai juga berpesan, makam itu bukan tempat rekreasi. Kalau pandangan rekreasi itu, otomatis orang berbondong bukan untuk ziarah, padahal tujuan utama orang ke makam adalah untuk berziarah.

Baca Juga : Forikan Jatim dan Kota Kediri Kampanye Gemarikan di Kota Tahu

Sebelumnya Tokoh Agama yang juga Katip Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur  KH Safrudin Syarif juga memberi tanggapan adanya makam yang dicat warna-warni. (PWNU) Jatim menegaskan, hal itu tidak dibenarkan dalam agama.

"Itu jangan. Bisa menyebabkan tujuan untuk mengingat mati hilang," terang Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Safruddin Syarif dilansir dari detikcom.

"Makam itu adalah tempat kita mengingat kepada kematian. Makanya Kanjeng Nabi menganjurkan ziarah kubur. Jadi ziarah kuburlah kamu untuk mengingat mati. Kan kita akan mati juga," sambungnya.