kisah
kisah

Oleh Lukman Ahmad Irfan

Di keheningan dini hari, bersamaan dengan ayam berkokok bersahutan, Saiful membatin doanya: "Ya Allah...kutitipkan rinduku padaMu dengan membaca sholawat kepada RasulMu, sayyidina Muhammad SAW."

Doa itu menggetarkan jantungnya, dan membuat pori2nya merasakan dzikirnya...Allah, Allah, Allah. Dan kemudian Saiful terlelap dengan senyum di wajahnya. Di alam mimpi, Semprul mendengar suara: "Saiful, engkau dapat titipan dari Nabi Muhammad SAW." 

Baca Juga : KITAB INGATAN 38

Saiful mengulurkan tangannya mengambil titipan tersebut...dan titipan tersebut diberikan oleh Gus Arif!!!

----------

Hari itu Rabu Legi, pagi-pagi sekitar jam 9.00 pagi, Saiful menuju ke kediaman Gus Arif di sebuah pondok pesantren besar di tengah sebuah kota di Jawa. Sesampai di depan ndalem seorang santri menyongsongnya dan berkata: “Assalamu’alaikum…Kang Saiful njih?” Sebelum menjawab Saiful membatin: “Lha, sudah ditunggu ini” kemudian ia menjawab: “Wa’alaikumusslam warahmatullahi wabarakatuh, betul saya Saiful.”

Santri tersebut kemudian lebih mendekat dan dengan wajah serius bilang: “Gus Arif tadi pagi titip pesan, nanti kalau Saiful datang ke sini, tolong diminta menyusul saya ke sungai biasanya tempat saya mancing. Dan jangan sampai lupa mampir dulu di bengkel Ma’a.” 

Saiful tidak tahu di mana bengkel Ma’a, oleh karenanya dia bertanya: “Kang, apakah Gus Arif bilang di mana letak Bengkel Ma’a?” Santri tersebut menggeleng dan berkata: “Saya tidak tahu Kang?” 

Baca Juga : Silaturahmi Para Binatang (02)

Saiful termenung sesaat dan kemudian berkata: “Oh ya kang, kalau begitu saya minta pamit, Assalamu’alaikum.” Kang santri menjawab: “Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Dengan gontai dan sedikit bingung, Saiful menuju motornya dan kemudian memutuskan langsung menuju sungai tempat Gus Arif biasanya memancing. Ia sudah mendunga pasti sesampai di sungai pasti sepi, karena Gus Arif dengan sangat jelas berpesan agar ia mampir dulu di bengkel Ma’a. Dan dugaanya benar, sesampai di sungai ia tidak melihat seorangpun.

Kemudian ia memutuskan untuk menelepon Gus Arif dan menanyakan di mana bengkel Ma’a. Namun teleponnya tidak diangkat. Namun belum sampai satu menit dari telepon yang tidak terjawab, Gus Arif mengirim pesan, “Saiful, titipan itu memang di saya. Namun, untuk bersiap menerimanya kamu mampir dan belajar dulu di bengkel Ma’a.” (Bersambung)