Pertemuan Lanjutan DPRD Banyuwangi Dengan Para Sopir di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Pertemuan Lanjutan DPRD Banyuwangi Dengan Para Sopir di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Dewan Banyuwangi kembali menggelar pertemuan dengan dengan perwakilan sopir di Ruang Rapat Khusus Dewan Banyuwangi Selasa (29/6), setelah sebelumnya pada Senin (28/6) mengelar pertemuan serupa. Pertemuan lanjutan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara.

Usai pertemuan kepada wartawan Made mengungkapkan pihaknya mendorong eksekutif untuk mengratiskan biaya Rapid Test bagi sopir asal Banyuwangi yang bekerja pada perorangan maupun pengusaha menengah dan kecil. 

Baca Juga : Serap Aspirasi OKP Soal Penanganan Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Sampaikan Ini

Sedangkan untuk perusahaan besar para pengusaha diharapkan mau membiayai rapid test yang hatus dijalani para sopir. "Sesuai dengan hasil koordinasi dengan Sekda Kabupaten Banyuwangi, pemerintah siap menggratiskan biaya Rapid Test untuk sopir asal Banyuwangi, tentunya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Mulai besok eksekutif akan membahas teknis dan payung hukum untuk melaksanakan program tersebut," kata Made.

Alumni SMA N Giri itu menambahkan bagi driver yang berasal dari luar Banyuwangi, pihak ASDP menyiapkan Rapid Test gratis bagi sekitar 1500 driver.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam transisi pascawabah Covid 19 pemerintah berupaya tancap gas untuk menggerakkan roda perekonomian dan tidak memberatkan para sopir. Di sisi lain pemerintah Kabupaten/kota juga berjuang mengerem pertumbuhan kasus Covid 19 di wilayahnya.

Terkait dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang dinilai memberatkan sopir, Made menyatakan pihak legislatif akan mengirimkan surat kepada pemerintah provinsi dan pusat agar ada komunikasi dan koordinasi supaya ada solusi terbaik.

Baca Juga : Driver Tuntut Pemerintah Gratiskan Biaya Rapid Test ke Bali

Sementara Wawan Darmawan, salah seorang driver menyatakan para driver akan menunggu komitmen pemerintah yang menggratiskan biaya Rapid Test sampai Selasa mendatang sesuai janji yang disampaikan tanpa ada bukti tertulis. "Tuntutan kami satu yaitu bebaskan biaya Rapid Test bagi driver se-Indonesia," tegas Wawan.

Selanjutnya dia menuturkan apabila sampai batas waktu yang dijanjikan pemerintah tidak menepati janjinya para driver akan melakukan diskusi lagi dengan DPRD Banyuwangi yang diharapkan maksimal dalam memperjuangkan aspirasi sopir.