Potret petugas DLH Kota Malang saat memberi penghalang kursi (DLH for MalangTIMES)
Potret petugas DLH Kota Malang saat memberi penghalang kursi (DLH for MalangTIMES)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bidang ruang terbuka hijau (RTH) terus memantau kursi di taman-taman yang telah dipasangi penghalang agar tidak dipakai terlebih dahulu oleh masyarakat.

Namun ada saja yang sengaja merusak penghalang tersebut. Tali dan kayu yang dipasang di kursi dilepas oleh masyarakat. Padahal, pemberian penghalang pada kursi itu untuk mendukung program pemerintah dalam hal memutus rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Serap Aspirasi OKP Soal Penanganan Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Sampaikan Ini

Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Kuncahyani mengatakan pihaknya sudah melakukan monitoring untuk penghalang kursi yang ada di taman-taman di Kota Malang. Pihakya pun memasang kembali penghalang. 

"Itu tidak dilepas, tapi dipasang lagi karena yang lama hilang," ucap Kuncahyani kepada media ini Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya, kursi-kursi tersebut dipasang penghalang hanya menggunakan tali rafia sehingga sangat mudah dilepas. Namun saat ini sudah diganti dengan bambu yang ditali dengan kawat. "Yang dulu memang diberi ikatakan pakai rafia (saja), tapi saat ini dipasang kembali dengan tali kawat," imbuhnya.

Menurut Kuncahyani, memang saat ini masyarakat sangat tidak sabar untuk menggunakan kembali fasilitas kota di mana pemerintah juga sudah menerapkan aturan New Normal. Meski begitu, DLH Kota Malang dalam hal ini belum berani membukanya.

Baca Juga : Viral Video Alat Olah Raga di Kebon Rojo Jombang Bergerak Sendiri, Ini Nyatanya

"Mungkin banyak yang sudah tidak sabar ingin menikmati taman dengan duduk-duduk di kursi sehingga bambunya diambil atau dihilangkan, dan kita sudah pasangi lagi," jelasnya.