Ketua DPC Partai Gerindra Lumajang Ir. Indah Amperawati (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Ketua DPC Partai Gerindra Lumajang Ir. Indah Amperawati (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Pertemuan tertutup antara PKB dan Partai Gerindra belum lama ini diakui Ketua DPC Partai Gerindra Lumajang Ir. Indah Amperawati sebagai evaluasi tugas-tugas koalisi, antara PKB dan Gerindra.

Menurut orang nomor dua di Lumajang itu, koalisi antara PKB dan Gerindra sejak Pilkada lalu, saat ini menghadapi tugas yang berbeda.

Baca Juga : Perdana, Times Talk Bakal Berbincang dengan Bacalon Bupati Malang

"Kalau dulu tugasnya memenangkan Pilkada, sekarang tugasnya sudah berbeda. Yakni memberikan dukungan kepada pemerintah saat ini, dalam bentuk kritik yang positif agar pemerintahan Cak Thoriq dan saya bisa mewujudkan janji-janji politik yang pernah kami sampaikan dulu," kata Ketua DPC Partai Gerindra Lumajang Ir. Indah Amperawati.

Masih kata Ir. Indah Amperawati, evaluasi itu artinya apakah dengan tugas sebagai partai politik pendukung pemerintahan saat ini, kedua parpol ini sudah dalam posisinya sebagai mitra kritis dalam pembangunan Lumajang.

Ketika ditanya tentang isu keretakan koalisinya dengan PKB, Bunda Indah, panggilan akrabnya, menyebut, isu itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasanya banyak jadi perbincangan di warung kopi.

"Syah-syah saja isu itu bergulir. Di era demokrasi ini orang bisa berpendapat apa saja, tapi sekarang ini yang terpenting bagaimana Cak Thoriq dan saya bisa tetap fokus untuk menjalankan pemerintahan di Kabupaten Lumajang," kata Bunda Indah yang juga Wakil Bupati Lumajang.

Baca Juga : Jalin Komunikasi dengan Tiga Parpol, Golkar Akan Koalisi Besar di Pilkada Malang 2020

Ketika ditanya, apakah isu keretakan koalisi itu sempat dibicarakan dalam pertemuan itu, Bunda Indah menyebut, dibahas tapi hanya sebentar.

"Ya, dibahas sebentar. Yang utama kita bersilaturahmi dan membahas Lumajang kedepan," pungkasnya.