Update peta persebaran covid-19 di Kota Madiun, Selasa (30/06/2020). (Foto:@pemkotmadiun)
Update peta persebaran covid-19 di Kota Madiun, Selasa (30/06/2020). (Foto:@pemkotmadiun)

Belum genap satu minggu dapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)  tentang zonasi, Pemkot Madiun sudah mengumumkan tambahan pasien positif covid-19. Ada empat tambahan pasien positif. Dua pada  Sabtu (27/6/2020) dan dua pada Senin (29/6/2020).

Bahkan, karena tambahan itu, peta penyebaran covid-19 di IG Pemkot Madiun sudah berwarna kuning. Tidak lagi warna hijau. Artinya menjadi zona yang harus diwaspadai.

Baca Juga : Video Risma Nangis hingga Sujud ke IDI Viral, Ini Respon RSUD Dr. Soetomo!

 

Dengan adanya penambahan itu,  saat ini jumlah pasien positif di Kota Madiun total 11 orang. Enam pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

Dua dari empat  tambahan pasien positif covid-19 merupakan suami istri yang tinggal di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengatakan pasien nomor 10 adalah perempuan berusia 49 tahun yang bekerja di Kabupaten Madiun. Sedangkan pasien nomor 11 adalah suami pasien nomor 10 dan bekerja di Kota Surabaya.

Noor Aflah menjelaskan riwayat kedua pasien ini. Disebutkan pada 12 Juni, pasien nomor 10 itu bersama kedua anaknya berkunjung ke Surabaya untuk menemui pasien nomor 11. Mereka pergi ke Surabaya dengan mengendarai kendaraan pribadi.

Sesampainya di Surabaya, keluarga ini kemudian menginap di salah satu hotel. Saat di Surabaya, keluarga ini kemudian berwisata kuliner di beberapa tempat di Kota Pahlawan tersebut.

Kemudian 14 Juni, pasien nomor 10 bersama kedua anaknya  pulang ke Madiun. Setelah tiga hari di Madiun, pasien nomor 10 mengeluh capai dan lemas. 

"Pasien nomor 11 yang juga suami pasien nomor 10 pada 21 Juni menderita sakit. Kemudian pulang ke Madiun dengan diantar oleh stafnya menggunakan kendaraan pribadi,” ungkap Aflah.

Baca Juga : Viral Video Alat Olah Raga di Kebon Rojo Jombang Bergerak Sendiri, Ini Nyatanya

 

Sehari setelah tiba di Madiun, pasien nomor 11 diantar istri berobat ke dokter. Sedangkan pada 23 Juni, pasien nomor 10 mengeluh tidak bisa tidur dan beobat ke RS Santa Clara Madiun.

Karena kondisi tersebut, pada 28 Juni, suami istri tersebut menjalani rapid test di RSUD Sogaten dan hasilnya reaktif. Kemudian keduanya dirujuk ke RSUD dr Soedono. Ternyata hasil tes swab-nya terkonfrimasi positif covid-19. "Kedua anak pasien dan pembantunya juga di-rapid test. Hasilnya non-reaktif,” ujar Aflah.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tim gugus di Kabupaten Madiun dan Kota Surabaya untuk melakukan tracing. Hal ini karena kedua pasien ini sempat beraktivitas di tempat kerjanya masing-masing.