Wali Kota Malang Sutiaji saat mengisi kegiatan penguatan tracing dalam rangka penanganan percepatan covid-19 di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (30/6). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji saat mengisi kegiatan penguatan tracing dalam rangka penanganan percepatan covid-19 di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (30/6). (Foto: Humas Pemkot Malang).

Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menekan jumlah kasus positif covid-19 yang urung melandai terus digencarkan. Salah satunya dengan meningkatkan metode tracing di setiap wilayah di Kota Malang. 

Hingga saat ini, kasus positif covid-19 di Kota Malang mencapai angka 207. Dari jumlah tersebut, pasien yang menjalani perawatan -baik isolasi mandiri di rumah ataupun di rumah sakit-  masih ada 134.

Karena itu, penguatan tracing di setiap wilayah menjadi prioritas khusus sebagai langkah awal pencegahan kasus agar tak semakin menyebar.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, rasio tracing bagi warga terkonfirmasi positif harus diperluas dengan rasio perbandingan 1:30. Artinya 1 dari pasien konfirm positif, maka setidaknya yang dilakukan tracing sebanyak 30 kontak eratnya.

"Harus kita lebarkan tracing-nya agar langkah antisipasi cakupannya lebih luas dan harapannya lebih kuat," ujarnya saat monitoring penguatan tim tracing wilayah kerja Puskesmas Cisadea (Kecamatan Blimbing) dan Puskesmas Kendalsari (Kecamatan Lowokwaru), Selasa (30/6/2020).

Soal covid, melonjaknya kasus selama satu bulan terakhir ini berasal dari klaster keluarga. Persebaran kasusnya cukup signifikan karena pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 menjalani isolasi mandiri dan menularkan ke lingkungannya.



Belum lagi, juga adanya PDP (pasien dalam pengawasan) yang statusnya juga banyak meningkat menjadi konform positif covid-19. "Kita harus belajar dari kasus yang muncul dari klaster keluarga dan juga klaster lingkungan. Terlebih kini sudah mulai keluar hasil swab dari PDP yang ini juga menambah jumlah kasus covid-19 di Kota Malang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sutiaji menyampaikan, mengacu data angka kesembuhan konform positif covid-19 hingga 28 Juni 2020, Kota Malang tercatat sebesar 27 persen. Rinciannya, tingkat kesembuhan di Kecamatan Lowokwaru sebesar 46 persen, Kecamatan Klojen 27 persen, Kecamatan Blimbing 26 persen, Kecamatan Sukun 24 persen, dan Kecamatan Kedungkandang 20 persen.

Hal inilah yang terus akan diupayakan Pemkot Malang untuk meningkatkan angka kesembuhan bagi pasien dan menekan angka peningkatan kasus. Yakni, melalui alternatif pengonsumsian suplemen herbal.

"Treatment menggunakan suplemen herbal bisa menjadi alternatif lain untuk meningkatkan kesembuhan para pasien. Segala upaya harus kita lakukan," tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan monitor tracing di wilayah Puskesmas Kendalsari dan Puskesmas Cisadea merupakan yang ke-7 dan ke-8 dari monitoring yang sudah dilakukan sebelumnya. Yaitu di Puskesmas Bunulrejo, Puskesmas Arjowinangun, Puskesmas Pandanwangi, Puskesmas Polowijen, Puskesmas Arjuno, dan Puskesmas Ciptomulyo.