Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menekan penyebaran kasus positif covid-19 tampaknya masih sedikit terkendala. Pasalnya, rumah karantina yang diperuntukkan bagi pasien isolasi terkonfirmasi positif dengan gejala ringan yang direncanakan mulai difungsikan hari ini (Selasa, 30/6/2020) harus mundur.

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan. saat ini rumah karantina yang berada di Jl Kawi masih tahap finalisasi persiapan. "Rumah karantina hari ini tahap finalisasi terakhir dengan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kota Malang," ujarnya saat dihubungi Selasa (30/6/2020).

Jika dalam tahap finalisasi tersebut semua yang diperlukan di rumah karantina  telah siap, maka dimungkinkan besok (Rabu, 1/7/2020) sudah bisa untuk dioperasionalkan. "Perkiraan jam 1 (13.00) kita koordinasi sejauh mana untuk persiapan (rumah karantina). Kalau memang sudah siap, insya Allah besok sudah bisa dibuka operasional rumah karantina," jelas Husnul.

Sebagai informasi, kapasitas rumah karantina yang disediakan bakal menampung setidaknya 54 bed. Hal tersebut dilakukan karena jumlah kasus positif covid-19 di Kota Malang semakin meningkat. Hingga kemarin (Senin, 29/6/2020), angka kasus mencapai angka 207 orang.

Dari total tersebut, pasien yang mendominasi saat ini dari klaster keluarga. Persebaran terjangkitnya berawal dari pelaksanaan isolasi mandiri di rumah yang kurang memadai atau tidak memenuhi syatat sebagai kategori rumah sehat.

Karena itu, Pemkot Malang mengambil inisiatif untuk memindahkan pasien dalam rumah karantina. Di dalamnya nanti juga akan disiapkan 34 petugas yang akan standby di rumah karantina tersebut. Di antaranya, 26 tenaga kesehatan (nakes), 1 ahli gizi, 5 bagian tata boga, 1 sanitarian, dan 1 rekam medis.