Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia (Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES)
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia (Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES)

Meski Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut maklumat terkait larangan dan upaya pembubaran terhadap kerumunan terkait pencegahan penularan Covid-19, tapi jam malam di Tulungagung masih akan diterapkan. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan maklumat Kapolri di wilayahnya.

Baca Juga : Gagal Urai Antrian Pengurusan Dokumen Kependudukan, Bupati Gagas "Capil Tangguh"

"Seperti pesan presiden, perlu kami jelaskan bahwa kita jangan terlalu euforia menghadapi new normal ini," kata EG Pandia.

Lanjutnya, Tulungagung hingga hari ini belum bisa dikatakan New Normal karena penularan masih tergolong tinggi. "Kita masih menuju new normal, penularan di Tulungagung masih ada," ujarnya.

Oleh karenanya, Pihak kepolisian bersama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung masih akan melanjutkan aturan jam malam. Pasalnya, jam malam dianggap cukup efektif dalam membantu mengurangi penularan virus yang hingga kini belum ada obatnya itu.

"Jam malam masih akan berlaku. Untuk beberapa tempat (kegiatan ekonomi) sudah kita longgarkan, seperti di pinka itu," paparnya. 

EG Pandia berharap agar masyarakat secara sadar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan konsisten memakai masker, cuci tangan dan menerapkan pshycal distancing.

Seperti diketahui, dalam Maklumat Nomor: MAK/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), Polri mengeluarkan Surat Telegram Nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang Perintah Kepada Jajaran Mengenai pencabutan Maklumat Kapolri dan Upaya Mendukung Kebijakan Adaptasi Baru/New Normal.

Baca Juga : Komisi A Permasalahkan WBM Belum Serahkan Fasum hingga Adanya Pungutan

Diantara isi maklumat dalam telegram itu, setiap anggota kepolisian tetap diminta untuk melakukan pengawasan dan pendisiplinan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Meski demikian, selama pandemi ini, aparat kepolisian tetap diminta untuk menjalin kerja sama lintas sektoral dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Kemudian, tetap melakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus bersama para pihak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat selama pandemi.

Dalam maklumat itu tercantum bahwa Kapolri meminta agar tidak diadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:
1) pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya,
sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;
2) kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, Pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;
3) kegiatan olahraga, Kesenian, dan Jasa hiburan;
4) unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta
5) kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.