Kondisi terkini penutupan jalur menuju arah Jembatan Kedungkandang di depan Terminal Hamid Rusdi (Yunan H/MalangTIMES)
Kondisi terkini penutupan jalur menuju arah Jembatan Kedungkandang di depan Terminal Hamid Rusdi (Yunan H/MalangTIMES)

Pengerjaan Jembatan Kedungkandang sudah mulai dilakukan. Pagi ini, Selasa (23/6/2020) arus jalan yang menuju ke arah Jembatan Kedungkandang pun sudah ditutup. Para pengendara dialihkan untuk melalui jalur alternatif lain.

Penutupan jalan terjadi di kawasan Jalan Mayjend Sungkono atau depan Terminal Hamid Rusdi dan Jalan Ki Ageng Gribig atau pertigaan Muharto. 

Para pengendara pun diarahkan petugas untuk melewati jalur alternatif.

Baca Juga : Pemkab Malang Bentuk Pansel untuk Mengisi Jabatan di Lima OPD Sekaligus 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 

 

Untuk yang hendak melewati Jalan Mayjend Sungkono dari arah selatan, pengendara langsung diarahkan belok kiri menuju jembatan Pasar Gadang. 

Sedangkan  yang dari arah utara menuju selatan bisa melalui melalui kawasan Kedungkandang Gang 7 dan tembus hingga Jalan Kyai Malik Dalam.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto menjelaskan, penutupan memang sengaja dilakukan. Karena saat ini tengah dilaksanakan pekerjaan di Jembatan Kedungkandang. Lantaran ada pengerjaan yang menggunakan alat berat, maka jalan ditutup sementara.

"Ada beberapa pekerjaan awal yang harus memobilisasi alat berat. Sehingga arus lalin dialihkan sementara," katanya.

Handi menjelaskan, penutupan tersebut sifatnya adalah sementara. Karena pada prinsipnya akan dilakukan sistem buka tutup dengan melihat kondisi pekerjaan di lapangan. Sebelumnya juga telah dilakukan rapat koordinasi, dan pengendara akan disediakan jalur alternatif.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso menyampaikan, sistem buka tutup dilakukan untuk mengurangi risiko saat pengerjaan proyek.

Terutama saat pelaksanaan pekerjaan menggunakan alat berat. Salah satunya seperti pemasangan balok girder yang memang membutuhkan konsentrasi tinggi dan kehati-hatian. Namun penutupan yang dilaksanakan hari ini menurutnya bukan lantaran adanya pemasangan balok girder.

"Belum ada pemasangan balok girder," katanya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menjelaskan, penutupan jalan akan dilakukan secara situasional saja. Selama penutupan berlangsung, pengendara pun dipersilahkan melalui beberapa jalur alternatif.

Untuk pengendara yang berasal dari arah utara dan menuju arah selatan, bisa masuk melalui kawasan Kedungkandang Gang 7 dan tembus hingga Jalan Kyai Malik Dalam.

Baca Juga : Dari 200 Unit, Baru 41 Hotel dan Resto di Kota Malang yang Siap Buka Menyambut New Normal 

 

"Itu juga berlaku untuk alternatif dari selatan ke utara, bisa lewat Jalan Kyai Malik Dalam tembus Kedungkandang Gang 7," terangnya.

Jalur alternatif tersebut hanya bisa dilalui kendaraan kelas tiga seperti pick up. Kemudian juga bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi. 

Sedangkan kendaraan kelas dua dan kelas satu bisa terus melaju dan berbelok ke kanan ke Jembatan Muharto.

Selanjutnya bisa lurus hingga ke arah perempatan Jalan Zaenal Zakse dan berbelok kiri lalu mengarah ke selatan. 

Kemudian untuk kendaraan kelas dua dan kelas satu yang mengarah dari selatan menuju utara harus berbelok di depan Terminal Hamid Rusdi menuju  Jalan Rajasa ke arah Pasar Gadang.

"Tapi itu tidak berlaku bagi kendaraan pabrik yang tak melewati jembatan, bisa tetap lurus dan akan diarahkan petugas," terang dia lagi.