JK dan Gubernur Jatim Khofifah
JK dan Gubernur Jatim Khofifah

Ketua PMI Indonesia Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan ke Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Rabu (17/6/2020). Dalam kunjungan itu JK diterima oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak. 

Kunjungan JK ke Jatim ini terkait dengan tingginya kasus Covid-19 di Jatim, khususnya Kota Surabaya. Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim sudah tembus 8.063 kasus tertinggi nomor dua setelah Jakarta yang sudah mencapai 9.121 kasus.

Sementara itu mayoritas kasus Covid-19 di Jatim disumbang oleh Kota Surabaya hingga 50 persen lebih. Di Kota Pahlawan tercatat kasus Covid-19 sudah menembus angka 4.181 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 1.331 orang sementara meninggal 333 orang. 

Baca Juga : Update Covid-19 Tulungagung: Total 175 Positif, Terbaru Ada Pegawai Bank Tulari 13 Orang

Melihat banyaknya kasus ini JK berpesan agar pemerintah daerah harus melakukan upaya yang luar biasa agar kasus bisa diturunkan. “Karena Jatim jumlah penduduknya jauh lebih banyak. Jatim kurang lebih 8 ribu (kasus Covid-19), DKI 9 ribu (kasus Covid-19),” ujarnya.

Meski demikian, JK mengingatkan saat ini setiap hari terjadi perbedaan 150 kasus. Dengan rata-rata lebih tinggi di Jatim. "Itu kalau berlangsung seminggu Jatim bisa lebih tinggi dari pada Jakarta. Jakarta cenderung stabil dan turun," tegasnya.

Sebab itu JK berpesan agar perlu bersama-sama untuk melakukan pencegahan serta penurunan angka Covid-19. "Gubernur bekerja luar biasa, Wali Kota bekerja keras," tegasnya.

JK juga meminta masing-masing pihak terus berkerja sama. 

"Perlu sistematik dan terkoordinasi. Tanpa koordinasi bagaimana caranya? Siapa yang mencegah, yang bertanggung jawab di masyarakat," imbuhnya.