Ilustrasi penyebaran Covid-19. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi penyebaran Covid-19. (Foto: Shutterstock).

Kasus positif Covid-19 di Kota Malang masih terus meningkat. 

Hingga tanggal 6 Juni 2020, totalnya mencapai 68 orang. 

Dari jumlah tersebut, belakangan kluster keluarga mendominasi. 

Artinya, riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif dari salah satu keluarga menularkan kepada anggota keluarga lainnya. 

Hal ini menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. 

Baca Juga : Nyaris Tiga Digit, Jumlah Kasus Covid-19 Kabupaten Malang Kembali Meningkat

Sebab, dari proses penularan tersebut dimungkinkan karena seorang terkonfirmasi positif sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Karenanya, petugas kesehatan kini akan lebih ketat dalam memberikan izin bagi pasien positif Covid-19 yang ingin melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Walaupun, secara klinis memang pasien tersebut tidak menunjukkan gejala sakit atau masuk kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan setiap rumah bagi pasien yang dinyatakan sebagai konfirm positif Covid-19 harus dipastikan sebagai kategori rumah sehat. 

Sehingga, interaksi antar keluarga harus dipastikan memenuhi kriteria physical distancing. 

Di samping itu, juga tetap harus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang lain. 

Misalnya, rajin cuci tangan pakai sabun setiap akan memulai dan selesai beraktivitas dan menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. 

Baca Juga : Ada Penambahan, Pasien Positif Covid-19 Kota Malang Jadi 68

"Rumah untuk isolasi mandiri ini harus memungkinkan sebagai rumah sehat. Dari luas rumah, luas kamar, dan rasio antara jumlah orang sama luas kamar juga harus memenuhi syarat. Sehingga, antara anggota keluarga harus menerapkan physical distancing yang sesuai," terangnya. 

Ia menjelaskan, setiap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dilakukan survei oleh petugas kesehatan. 

Hal ini untuk memastikan kondisi rumah pasien sesuai atau tidak sebagai kategori rumah sehat. 

Apabila tidak memenuhi syarat, maka pasien akan dievakuasi untuk dipindahkan dan menjalankan isolasi di rumah sakit. 

"Jadi ketika dinyatakan positif terus isolasi mandiri di rumah, kita cek. Jika di rumahnya ini memenuhi syarat, oke (isolasi mandiri). Tapi, jika nggak memenuhi syarat, ini kita evakuasi," imbuh Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang ini. 

Lebih lanjut, tempat untuk evakuasi bagi pasien yang akan menjalani isolasi perawatan juga telah disediakan. 

Salah satunya yakni di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Malang. 

"Sehingga kalau ada yang terkonfirmasi positif itu nanti salah satunya harus dievakuasi untuk isolasi di rumah sakit. Kita sudah ada RSUD, itu akan kita arahkan ke sana," tandasnya.