Donald Trump (Foto:  Honolulu Star-Advertiser)
Donald Trump (Foto: Honolulu Star-Advertiser)

Beredar isu jika Amerika Serikat akan memecah negaranya.  

Isu tersebut beredar setelah mantan menteri Pertahanan AS, Jim Mattis menuduh Presiden AS Donald Trump berusaha memecah belah AS.  

Terkait tudingan itu, Donald Trump pun langsung angkat bicara.  

Ia memberikan kritikan kepada Jim Mattis melalui akun Twitternya.  

Dalam cuitannya, Trump mengatakan jika Jim Mattis tak bisa bekerja.  

"Mungkin satu-satunya kesamaan yang dimiliki Barack Obama dan saya adalah bahwa kami berdua mendapat kehormatan memecat Jim Mattis, Jenderal yang paling dibesar-besarkan di dunia. Saya meminta surat pengunduran dirinya dan merasa senang karenanya. Nama panggilannya adalah "Chaos", yang tidak saya sukai dan diubah menjadi "Mad Dog"," kicau Donald Trump.  

"Kekuatan utamanya bukanlah militer, tetapi pencitraan diri. Saya memberinya kehidupan baru, hal-hal yang harus dilakukan, dan pertempuran untuk menang, tetapi dia jarang "membawa pulang daging". Saya tidak suka gaya "kepemimpinan" atau banyak hal lain tentang dia, dan banyak orang lain setuju. Senang dia pergi!" lanjutnya. 

Diketahui, sebelumnya Mattis menyebut Trump sebagai presiden pertama yang pernah ia lihat yang tidak mencoba menyatukan orang-orang Amerika.  

"Bahkan berpura-pura untuk mencoba pun tidak. Sebagai gantinya, dia mencoba memecah belah kita," ucap Mattis dilansir melalui Sputnik. 

Ia lalu mengkritik penggunaan kekuatan militer Trump untuk menindak aksi protes yang tengah berlangsung karena pumbunuhan terhadap Goerge Floyd.  

Bahkan, Mattis menyebut Trump tengah menyiapkan 'konflik palsu' antara militer dan masyarakat sipil.