Wakil Bupati Jember Drs KH  A. Muqit Arief saat menggelar acara halalbihalal dengan pengasuh pesantren se Kabupaten Jember secara virtual. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs KH A. Muqit Arief saat menggelar acara halalbihalal dengan pengasuh pesantren se Kabupaten Jember secara virtual. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Upaya percepatan penanganan covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember dilakukan dari berbagai lini. Salah satunya dengan memberikan rapid test kepada masyarakat di sektor-sektor tertentu.

Jika sebelumnya rapid test gratis diberikan kepada jurnalis, pegawai mal, dan pedagang pasar, kini rapid test gratis juga disiapkan untuk kalangan santri asal Jember yang akan berangkat ke pondok pesantren. Tidak hanya itu. Rapid test juga diberikan kepada santri dari luar Jember yang berangkat mondok di pesantren yang ada di Jember.

Baca Juga : Pemprov Intensif Koordinasi ke Pesantren untuk Terapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jember Drs KH A. Muqit Arief Rabu (3/6/2020) malam, saat menggelar halalbihalal bersama sejumlah muspika dan pengasuh pesantren se-Kabupaten Jember secara virtual. "Rapid test ini gratis dan harus kolektif. Untuk santri Jember yang akan ke luar Jember, ditunjukkan surat keterangan dari pesantren yang bersangkutan dengan dikoordinasi oleh organisasi alumni. Sedangkan santri luar Jember akan dikoordinasi oleh pondok pesantrennya masing-masing,” ujar Wabup Muqit.

Dalam kesempatan tersebut, juga dijelaskan teknis bagi santri luar Jember yang dikoordinasi masing-masing pesantren. Ketentuannya adalah pesantren mengirimkan data santri serta waktu dan tempat pelaksanaan rapid test yang diinginkan pihak pesantren. Dari situ, tim medis dari Pemkab Jember akan menyesuaikannya.

“Untuk santri yang dari luar Jember, nanti sebelum masuk pesantren, harus menjalani rapid test terlebih dahulu yang dikoordinasi pesantren. Tempatnya tidak boleh di puskesmas, tapi harus di tempat yang steril. Dalam arti, bisa di lapangan dan pemkab menyiapkan tendanya, di masjid, atau di di ruang pesantren yang tidak digunakan. Yang jelas tidak  berkumpul dengan mereka yang sudah ada di sini (Jember, red),” beber wakil bupati.

Sedangkan untuk santri Jember yang akan ke pesantren di luar Jember, pelaksanaan bisa di satu titik yang ditentukan atau di masing-masing kecamatan tempat domisili santri. “Nanti tinggal ditentukan sesuai keinginan koordinator santri, dalam hal ini organisasi alumni pesantren. Kalau misal santri dari satu pesantren yang ada di Jember tersebar di beberapa kecamatan, bisa dikoordinasi jadi satu tempat untuk memudahkan pelaksanaan rapid test,” ucapnya.

Baca Juga : Ajukan Surat Keterangan Khusus, Masjid di Kota Batu Boleh Beraktivitas Normal

Selain memberikan rapid test secara gratis dan kolektif terhadap santri, Pemkab Jember juga akan membekali santri dengan masker cadangan, vitamin selama 1 bulan, dan sajadah dari kain yang akan digunakan santri selama di pesantren. Juga sarana transpor santri dari Jember ke pesantren tujuan.

“Santri jangan sampai naik angkutan umum. Begitu juga dengan santri yang dari luar kota,. Sehingga kesehatan santri benar-benar terjaga. Sebab, kita tahu bagaimana tradisi kehidupan santri ketika sudah di pesantren yang sulit diubah,” pungkas wabup yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini.