Ketua PKK Kota Kediri Janjikan Sepedah, Jika Saiful Kembali Bersekolah. ( Foto: Ist)
Ketua PKK Kota Kediri Janjikan Sepedah, Jika Saiful Kembali Bersekolah. ( Foto: Ist)

Saiful (10 tahun), warga Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren bercerita kepada Ketua PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica bahwa ia putus sekolah dan berjanji akan sekolah lagi bila dibelikan sepeda. Hal itu disampaikan pada kunjungan tim PKK Kota Kediri untuk memberikan bantuan sembako dan sayuran kepada warga Tempurejo dan Bawang.

“Saiful ini pernah sekolah kelas 1, lalu putus sekolah. Pas ditanya pingin apa, dia pingin sepeda merah seperti yang ada di gambar kausnya,” kata Ferry Silviana Feronica atau akrab disapa Bunda Fey. Ia berjanji akan membelikan sepeda itu jika Saiful mau sekolah lagi kalau nanti sekolah sudah mulai masuk.

Baca Juga : Halal Bi Halal Online, Wali Kota Kediri Ajak Beradaptasi Sebelum New Normal

“Saya akan belikan,” kata Bunda Fey usai berbincang akrab dengan Saiful yang menjawab dengan malu-malu. Saiful merupakan putra bungsu dari 4 bersaudara, 3 di antaranya tuna grahita. Pun ibunya. Punimin, ayah Saiful bekerja sebagai pengepul dan pengelola sampah Kelurahan Tempurejo.

Menurut keterangan warga sekitar, Punimin membeli sebidang tanah kemudian dibangun rumah sederhana. Hanya sayang, ia tidak punya bukti pembelian dan sertifikat sehingga ia diusir dari tanahnya. Ketika tidak punya rumah, warga Tempurejo pun bergotong royong membangunkan rumah untuk keluarga Saiful menggunakan tanah TPS. Akhirnya terbangunlah rumah tanpa kamar itu dihuni oleh 7 orang, 4 anak, 2 orang tua, dan satu orang cucu. Saiful tinggal di lingkungan itu.

Ketika Ketua PKK itu berkunjung, istri Punimin sedang sakit gigi. Rupanya ia takut ke Puskesmas apalagi sedang pandemi. Bunda Fey pun memerintahkan tim medis Puskesmas Ngletih untuk mengirimkan obat.

“Sebagai tim penggerak PKK, kami hanya ingin membantu warga. Saya sendiri senang kunjungan langsung seperti ini. Ngobrol langsung dengan warga dan membantu yang kami bisa,” kata Bunda Fey.