Botol minuman keras yang ditinggalkan SH di ruang tunggu pendopo (ist)
Botol minuman keras yang ditinggalkan SH di ruang tunggu pendopo (ist)

Badan Kehormatan (BK) DPRD Tulungagung belum mengambil tindakan atas apa yang dilakukan oleh SH, anggota dewan yang membanting toples dan botol bir di Pendopo Tulungagung beberapa waktu lalu. Bahkan SH juga meninggalkan sebotol minuman keras yang masih utuh di ruang utuh pendopo.

Pasalnya BK menganggap tindakan yang dilakukan oleh SH tak mewakili institusi DPRD dan bersifat pribadi. Bahkan DPRD Tulungagung terkesan masih adem ayem dengan kejadian ini.

Baca Juga : Surabaya Jadi Zona Hitam Covid-19, Apa Maksudnya?

Hal itu diungkapkan oleh wakil Ketua BK DPRD Tulungagung, Widodo Prasetyo saat dihubungi oleh awak media, Rabu (3/6/20) sore.

"Kalau ada surat masuk ya kita bahas bareng-bareng, itu kan pribadi, urusan Mas SH sendiri," ujar Widodo.

BK lanjut Widodo belum berani melangkah. Urusan pribadi diselesaikan secara pribadi.

Disinggung banyak warga yang menyayangkan aksi SH lantaran mencoreng citra DPRD, Widodo tetap bersikukuh jika hal itu terjadi tidak ada sangkut pautnya dengan kelembagaan DPRD Tulungagung.

"Karena dari SH kepentingan pribadi, tidak menyangkut kelembagaan yang lain," kilah politisi asal Gerindra tersebut.

Saat ditanyakan mekanisme pembahasan masalah di BK, Widodo mengaku sudah ada pembicaraan di internal BK atas tindakan SH. Pihaknya mengisyaratkan akan tetap membahas masalah ini jika ada pengaduan resmi ke pihaknya.

"Ya kita nanti akan pro aktif semua," tuturnya.

Baca Juga : Ngamuk, Diduga Anggota DPRD Banting Botol Bir Di Pendopo

Sementara itu Sekretaris DPC PDI P Tulungagung, Sodiq Purnomo saat dihubungi awak media enggan berkomentar atas kejadian ini.

Dirinya meminta agar awak media langsung mengkonfirmasi hal itu langsung ke Ketua DPC PDI P, Susilowati.

"Langsung ke Ketua saja," jawabnya singkat.

Sayang baik nomer maupun akun WA milik Susilowati tidak bisa dihubungi.