Kondisi Pasar Peterongan tampak dari depan. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Kondisi Pasar Peterongan tampak dari depan. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Aktivitas di Pasar Peterongan, Jombang dalam tiga hari ke depan akan ditutup oleh pihak Pemerintah Kabupaten Jombang. Pasalnya, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut terinfeksi Covid-19.

Penutupan Pasar Peterongan ini akan dimulai pada Kamis (4/6) besok. Rencananya, pasar induk di Kecamatan Peterongan itu ditutup hingga 3 hari ke depan atau hingga Sabtu (6/6).

Baca Juga : Terapi Plasma Darah Mulai Diterapkan, Covid-19 Masuki Babak Baru di Jatim?

Camat Peterongan Sholahudin mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi penutupan Pasar Peterongan itu ke para pedagang pagi tadi. Selama pasar ditutup, pihak pemerintah akan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pasar.

"Pasar akan dibuka kembali pada minggu 7 Juni 2020. Selama tutup 3 hari, kita adakan penyemprotan dan sterilisasi dari BPBD Kabupaten Jombang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/6).

Disampaikan Sholahudin, pihak pemerintah sudah menyiapkan skema penataan lapak pedagang di saat pasar kembali aktif. Penataan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar.

Masing-masing lapak pedagang diberikan nomor ganjil genap. Para pedagang menerima nomor tersebut, akan bergiliran jualan sesuai tanggal yang menunjukkan ganjil dan genap.

"Pedagang atau lapak telah diberikan nomor berdasarkan komoditas penjualan masing-masing untuk berjualan sesuai dengan tanggal ganjil dan genap. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di Pasar Peterongan," tandasnya.

Selain menata lapak pedagang, protokol kesehatan di Pasar Peterongan juga akan diperketat. Bagi pembeli dan penjual diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan diwajibkan mencuci tangan. Tempat cuci tangan sudah disiapkan di beberapa titik di lokasi Pasar Peterongan.

Koordinator Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapid test terhadap para pedagang pasar peterongan. Hasilnya, ada dua pedagang yang hasil rapid test menunjukkan reaktif dan langsung diminta menjalani tes swab.

Dari hasil tes swab, satu diantara dua pedagang tersebut dinyatakan positif Covid-19 dan yang satu negatif. Pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 itu yaitu seorang perempuan usia 51 tahun asal Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Baca Juga : 13 Pasien Konfirm Covid-19 Warga Desa Giripurno Dipindah ke Ruang Isolasi Pemerintah

Parahnya, pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 itu juga menularkan ke anggota keluarganya, yakni ke suami, anak dan menantunya. Tiga anggota keluarga pedagang tersebut juga dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

"Yang kemarin ya yang bakul (pedagang, red) sayur itu yang dari Desa Alang-Alang Caruban. Kebetulan kemarin dua hasil rapid test reaktif itu, yang satu Alhamdulillah negatif dan yang satu positif. Akhirnya menular ke keluarganya itu," ungkap Agus.

Karena ada pedagang yang terinfeksi Covid-19, maka pasar peterongan ditutup sementara. Ditegaskan Agus, protokol kesehatan akan diperketat untuk para pedagang dan pembeli di pasar tersebut. Bagi yang tidak mengenakan masker, tidak diperbolehkan masuk ke dalam pasar.

"Sanksinya sanksi sosial. Ini sudah menjadi kewajiban khususnya penjual dan pembeli, jadi yang memberikan sanksi adalah mereka. Jadi (yang tidak bermasker, red) ditolak bahkan, tidak boleh masuk pasar. Harus pakai masker," pungkasnya.(*)