Suhani (kiri) saat mencari SIKM di Posko Covid 19 Tulungagung (Joko Pramono for JatimTIMES)
Suhani (kiri) saat mencari SIKM di Posko Covid 19 Tulungagung (Joko Pramono for JatimTIMES)

Situasi di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Tulungagung mendadak dipenuhi warga dalam 3 hari terakhir.

Mereka ingin mencari SIKM (surat izin keluar masuk) sebagai prasyarat mereka kembali ke kota tempat mereka bekerja, seperti di wilayah Jabodetabek dan Bali.

Baca Juga : Video Risma Marah Akibat "Sabotase" Mobil PCR Viral, Ternyata Gara-Gara Stafnya!

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro, menuturkan dalam 2 hari sudah ratusan orang yang mencari SIKM.

"Senin sekitar 30-an, untuk Selasa sudah seratus lebih yang mencari," ujar Galih, Selasa (2/6/20) malam.

Untuk mencari SIKM, warga diharuskan melampirkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan. Selain itu juga diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid test dengan hasil non reaktif.

"Surat sehat dari dokter atau fasilitas kesehatan sama hasil rapid test, dengan identitas lalu kita buatkan surat (SIKM)," terangnya.

SIKM ini hanya berlaku untuk 3 hari saja, sesuai dengan hasil rapid test yang hanya berlaku 3 hari.

SIKM ini berlaku untuk semua daerah.

Untuk mendapatkan SIKM, warga tidak dipungut biaya sama sekali, namun ada biaya untuk rapid test di faskes yang berbeda di tiap faskes. Namun nilainya tak jauh-jauh dari kisaran 350 ribu untuk sekali tes.

Selain di puskesmas, ada beberapa RS swasta dan klinik yang melakukan rapid test.

"Untuk yang rapid dibebankan pada pemohon, kita SIKM ini free di posko ini," terang Galih.

Dirinya memprediksi jumlah pemohon SIKM akan mencapai ribuan, senyampang setiap daerah menerapkan pemeriksaan di check point masuk wilayahnya.

Baca Juga : PSBB Malang Raya Berakhir, Pasien Covid-19 Ke-2 di Kota Batu Sembuh

Sementara itu salah satu warga yang mencari SIKM, Suhandi ungkapkan persyaratan SIKM memang diharuskan di daerah yang ditujunya di Cibitung, Jakarta.

Dirinya pernah mencoba mencari SIKM secara online melalui situs milik Pemprov Jakarta, namun selalu gagal log on.

"Seharusnya lewat online, tapi nembusnya susah," ujar Suhani.

Karena sulit menembus situs milik Pemprov DKI Jakarta, maka dirinya mencari surat keterangan di Tulungagung.

Untuk mencari surat keterangan dari Pemkab Tulungagung, harus ada pengantar dari desa, surat kesehatan dan identitas.

"Sebenarnya sudah saya lengkapi, termasuk surat dari perusahaan saya," ujarnya.

Sebenarnya surat yang dibawanya sudah cukup kuat dirinya masuk ke wilayah Jakarta, namun untuk berjaga-jaga, dirinya mencari SIKM sebagai penguat dokumen perjalanannya.