Wali Kota Malang Sutiaji saat berbicara di depan para wali murid di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat berbicara di depan para wali murid di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Ratusan wali murid yang mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi  masih bertahan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang hingga siang sekitar pukul 11.00. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang Totok Kasianto tampak memberikan penjelasan kepada para wali murid dengan bantuan pengeras suara.

Tak lama kemudian, Wali Kota Malang Sutiaji datang menenangkan kebingungan para wali murid. Ia menegaskan bahwa semua aspirasi mereka ditampung dan pendaftaran PPDB jalur zonasi diperpanjang.

Baca Juga : Usai BDR, Sektor Pendidikan di Kabupaten Malang Beralih ke Ganjil Genap

"Saya baru tahu langsung ke sini padahal harus keliling. Itu menunjukkan bahwa komitmen kami semua, aspirasi masyarakat harus terwadahi," ucap Sutiaji.

Sutiaji pun meminta wali murid untuk tidak tergesa-gesa. Sebab, dirinya memperpanjang satu hari lagi pendaftaran zonasi. Jadi, terakhir pendaftaran yang sebelumnya tanggal 4 Juni menjadi 5 Juni 2020.

"Ini nanti jumlah hari pendaftaran ditambah. Jadi, masih ada jeda waktu. Diperpanjang harinya," katanya.

Sutiaji juga meminta wali murid yang rumahnya memang dekat sekolah untuk tidak perlu khawatir. Siswa yang lokasi rumahnya paling dekat dengan sekolah akan secara otomatis tertampung meskipun tidak mendaftar hari pertama. Sementara yang menentukan lokasi rumah terdekat dengan sekolah itu sendiri adalah Google maps.

"Nggak usah khawatir Njenengan. Masio (meskipun) daftar terakhir, kalau rumah Njenengan sudah dekat dengan sekolah, mesti itu yang diutamakan. Masio Njenengan daftar hari ke-4 tapi omahe (rumah) Njenengan cedek karo (dekat dengan) sekolah, nanti tereliminasi yang jauh," ungkapnya.

Terkait web PPDB Kota Malang yang error, Sutiaji menjelaskan bahwa server Dikbud belum menyambung ke server Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Malang.

"Intinya gini, server yang ada di Dukcapil belum nyambung ke sini. Padahal kemarin sudah. Saya mohon maaf. Kemarin Ibu Kepala Dinas dengan Pak Sekdin sudah saya sampaikan, 'Tolong Bu, jangan sampai nanti hacker-nya masuk lagi.' Ternyata sekarang masuknya di Dukcapil karena ini kan connecting dengan KK. Sekarang 24 jam dijaga," bebernya.

Baca Juga : Gubernur Khofifah : Kegiatan Belajar di Rumah Bagi Siswa Kembali Dimulai

Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Malang, Sutiaji memohon maaf. Solusinya, wali murid akan dilayani di sekolah masing-masing. Jadi, tidak perlu berjubel di kantor Dinas Pendidikan.

"Solusi hari ini datang ke sekolah masing-masing. Ada apa pun, komplain langsung ke sekolah masing-masing," pungkasnya.

Sutiaji mengakhirinya dengan salam satu jiwa yang dijawab dengan seruan "Arema!" oleh para wali murid. Dirinya juga meminta warga Kota Malang agar tetap rukun. Setelah itu, para wali murid bubar dengan damai.