Bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin
Bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mendoakan Machfud Arifin menjadi wali kota Surabaya. Mantan kapolda jatim itu diyakini mampu membawa Surabaya menjadi lebih baik, bermanfaat, maslahat bahkan mampu menyejahterakan warga surabaya.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar terkesan dengan Irjen Pol (purn) Machfud Arifin saat menjadi kapolda Jawa Timur. Keputusannya membangun masjid megah di lingkungan Mapolda Jatim di Jalan Ahmad Yani menjadi keputusan yang luar biasa. 

"Saya sudah lama kenal beliau (Machfud Arifin). Saya terkesan dengan beliau saat jadi kapolda Jatim. Itulah yang menjadikan kami yakin beliau mampu membawa Surabaya lebih manfaat dan maslahat sebagai Kota Pahlawan. Betul-betul pahlawan dari berbagai lini," puji rais aam PBNU yang akrab dipanggil Kiai Miftah itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini menceritakan, saat Machfud Arifin kembali ke kota kelahirannya dengan menjadi kapolda Jawa Timur, yang digarap adalah membangun masjid megah. Kiai Miftah teringat dengan peristiwa hijrahnya Rasul Muhammad SAW. Yakni  saat sampai di Madinah, yang dibangun pertama adalah masjid.

"Peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW, ketika sampai di Madinah, beliau membangun masjid. Baru bangun rumah. Nah Pak Machfud Arifin saat menjadi kapolda, beliau membangun masjid yang megah di lingkungan mapolda," ungkapnya. 

Karena itu, Kiai Miftah mendoakan secara khusus agar Machfud Arifin menjadi wali kota Surabaya. Sehingga bisa membawa Surabaya menjadi kota religius, makmur, dan sejahtera yang bisa dirasakan oleh semua masyarakat Surabaya.

"Kami doakan beliau berhasil menjadi wali kota Surabaya. Syiar keagamaan menggema, kesejahteraan dan kemakmuran Surabaya bisa terwujud dengan baik," doa Kiai Miftah.

Selain memberikan doa, Kiai Miftah juga memberikan saran dan masukan untuk pembangunan Surabaya. Sebab, Jawa Timur menjadi kiblatnya provinsi Jawa lainnya, terutama Surabaya sebagai ibu kota Jatim.  "Kalau Surabaya berhasil, insya Allah Indonesia berhasil," tukasnya.

Sementara itu,  Machfud Arifin mengaku sering bersilaturahmi dengan Kiai Miftah. Selain sebagai sesepuh Surabaya, Kiai Miftah juga menjadi rais aam PBNU menggantikan KH Ma'ruf Amin yang menjadi wakil presiden RI. 

"Saya sering silaturahmi kepada beliau, sebagai orang sepuh dan rais aam. Dan ini sudah terjalin sangat lama. Beliau yang mendorong saya maju menjadi wali kota Surabaya," ungkap Machfud.

Tokoh asli Suroboyo ini mengaku Kiai Miftah sering men-support dirinya dan memberikan doa. "Saya diminta semangat dan melakukan program untuk kota Surabaya tercinta," ucapnya.

Menurut Machfud, pendidikan keagamaan di pondok pesantren perlu mendapatkan perhatian. Apalagi ponpes itu adalah pendidikan tertua di Indonesia dan telah melahirkan banyak tokoh, baik lokal maupun nasional. "Ke depan pesantren perlu di-support sarana dan prasarana yang lebih memadai sehingga tidak ketinggalan dengan lembaga pendidikan lainnya,” imbuhnya.