Sugik Warga Pengganti Penerima BLT DD Double. (Foto:M Nasir Madiuntimes)
Sugik Warga Pengganti Penerima BLT DD Double. (Foto:M Nasir Madiuntimes)

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa atau BLT-DD untuk penanggulangan dampak Pandemi Covid-19 terus dibagikan oleh desa-desa di Kabupaten Madiun secara bertahap. Sasarannya, keluarga yang membutuhkan dan dinilai layak menerima bantuan.

Sedikit berbeda cerita dengan Desa Tiron, Kecamatan Nglames, Kabupaten Madiun. Desa yang dipimpin oleh Retno Setiowati selaku Kepala Desa ini ternyata salah satu penerimanya menerima bantuan dobel yakni BLT Pusat dan BLT DD.

Baca Juga : Berikut Ini Pesan Teror Pembunuhan ke Orang Tua Mahasiswa Panitia Diskusi UGM

Sedangkan, sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah yakni penerima bantuan hanya berhak menerima satu kali bentuk bantuan dari berbagai jenis bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Tak ingin ada warganya menerima bantuan ganda, Retno pun membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada pihak Bank Jatim selaku penyalur dana bantuan untuk usulan perubahan nama penerima.

"Jadi kami usulan perubahan nama. Supaya yang lain yang membutuhkan juga dapat," terang Retno saat ditemui media.

Penerima bantuan pengganti tersebut berinisial S warga Desa Tiron RT. 07 RW 01 Kabupaten Madiun. Dirinya mengaku sangat senang karena dirinya masuk sebagai penerima BLT DD tersebut.

Sebagai informasi. Presiden Jokowi telah memutuskan bahwa pemberian BLT Dana Desa akan diperpanjang Juli-September 2020 dari program semula April-Juni 2020.

Baca Juga : Buat Gaduh, Wali Kota Risma Ditunjukkan Bukti Surat Peruntukan Mobil PCR oleh BPBD Jatim

"Sudah diputuskan Bapak Presiden tinggal menindaklanjuti regulasinya," ujar Abdul Halim Iskandar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dikutip dari Tempo (30/05/2020).

Halim menjelaskan meski pemberian BLT Dana Desa diperpanjang Juli-September, anggarannya hanya separuh dibandingkan tahap April-Juni 2020.

"BLT untuk tiga bulan pertama, April-Juni, sebesar Rp 600 ribu per bulan. Lalu Rp 300 ribu per bulan untuk tiga bulan ke dua Juli-September."