Data wajib pajak di Jember yang mendapat insentif pengurangan pajak (sumber : Diskominfo / Jatim TIMES)
Data wajib pajak di Jember yang mendapat insentif pengurangan pajak (sumber : Diskominfo / Jatim TIMES)

Untuk meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 di Bumi Pandhalungan, Bupati Jember Faida mengeluarkan kebijakan pemberian insentif kepada wajib pajak (WP) berupa pengurangan pajak daerah.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember, Suyanto menjelaskan bahwa kebijakan bupati tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Jember nomor 188.45/36/1.12/2020 tentang pengurangan pajak daerah untuk periode keadaan tanggap darurat akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember.

Baca Juga : Selama Transisi New Normal, Belajar di Rumah Pelajar Kabupaten Malang Diperpanjang

“Pengurangan itu meliputi pajak hotel, pajak restoran, tempat hiburan, pajak penerangan jalan dari sumber yang dihasilkan sendiri (PPJ non PLN), dan pajak parkir, besarannya mulai dari 50 persen hingga 100 persen. Periodenya selama tiga bulan, yakni mulai bulan Mei hingga Juli,” ujar Suyanto.

Sedangkan untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) juga mendapatkan pengurangan. Besarannya mulai 10 hingga 15 persen. 

Kebijakan ini berlaku untuk pembayaran PBB P2 Tahun 2020 mulai tanggal 1 Juni hingga 31 Agustus 2020. Setelah Agustus tidak ada pengurangan.

Menurut Suyanto, kebijakan bupati tersebut untuk meringankan beban pengusaha dan masyarakat Jember pada masa pandemi di Kabupaten Jember. 

Sebab, sebelumnya banyak surat masuk ke bupati maupun ke Bapenda meminta penundaan atau pengurangan pajak daerah.

“Kemudian, bupati mengeluarkan kebijakan untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19, karena semua sektor terkena. Dengan adanya SK bupati, ini menjawab surat pengusaha dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga : Bupati Banyuwangi Undang Ormas Keagamaan dan Siap Laksanakan Kehidupan Normal Baru

Suyanto berharap, wabah ini bisa segera berakhir dan aktivitas ekonomi kembali normal. Sehingga, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari hari dan kewajiban membayar pajak.

Pajak Daerah yang dibayar warga merupakan sumber pendapatan asli daerah di Kabupaten Jember. Pajak ini digunakan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (*)