Bupati Malang, HM Sanusi (pakai peci) beserta rombongan Forkopimda Kabupaten Malang saat membahas kesiapan transisi new normal life (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang, HM Sanusi (pakai peci) beserta rombongan Forkopimda Kabupaten Malang saat membahas kesiapan transisi new normal life (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Meskipun PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Pemerintahan Kabupaten Malang dan Malang Raya tidak diperpanjang, namun Peraturan Bupati (Perbup) terkait PSBB masih akan diberlakukan ketika Kabupaten Malang menerapkan masa transisi new normal life.

Dijelaskan Bupati Malang, HM Sanusi, Perbup perihal PSBB yang membatasi ruang gerak masyarakat, akan diperlonggar selama new normal life diberlakukan.

Baca Juga : Surabaya Bisa Jadi Wuhan karena Covid-19, Ahli Sebut Kondisi yang Tidak Aman

”Physical distancing dan protokol kesehatan, tetap diperketat. Nanti semua warga diwajibkan pakai masker dan di perbup (PSBB) yang membahas larangan-larangan itu akan diperlonggar 50 persen,” terang Bupati Malang, HM Sanusi saat ditemui di Pringgitan Pendopo Agung, Jumat (29/5/2020).

Menurut Sanusi, kelonggaran 50 persen dari penerapan PSBB tersebut, secara garis besar memperbolehkan masyarakat untuk beraktifitas secara normal. Namun demikian, protokol kesehatan seperti pakai masker, menjaga kebersihan, rutin cuci tangan, dan selalu jaga jarak aman tetap diwajibkan selama new normal.

”Toko boleh buka, tapi kapasitas pengunjungnya kalau itu katakan (bisa menampung) seratus (pengunjung) itu dibatasi hanya 50,” jelas Bupati Malang.

Tidak hanya toko, lanjut Sanusi, tempat ibadah yang semula sepi karena disarankan untuk beribadah di rumah, kini sudah boleh mengelar ibadah secara berjamaah.

”Tempat ibadah dibuka semua seperti biasa, salat jamaah boleh. Tapi tetap harus jaga jarak, pakai masker, pakai hand sanitizer dan memakai sajadah sendiri,” terang Sanusi.

Baca Juga : Akhir PSBB, Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Masih Bertambah dari Transmisi Lokal

Bagaimana dengan para pekerja?, Sanusi mengaku jika imbauan WFH (Work From Home) secara tidak langsung sudah dicabut. ”Itu yang para pekerja, semua boleh bekerja lagi. Perusahaan boleh (beroprasi) seperti biasa, cuma tetap diupayakan jaga jarak, memakai masker, dan rutin cuci tangan,” jelas Bupati Malang.

Meski dipastikan Perbup terkait PSBB diperlonggar 50 persen, namun Sanusi mengimbau agar kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak tetap tidak dilaksanakan selama memasuki periode new normal life.

”Sehingga tidak ada gerombol. Bila tidak dapat menjaga physical distancing dan jaga jarak 1 meter. Maka tetap dilarang mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak,” ujar salah satu kader PDI Perjuangan ini.