Kabid PIAK Dispendukcapil Kabupaten Blitar Imam Maini.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kabid PIAK Dispendukcapil Kabupaten Blitar Imam Maini.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Konsisten mewujudkan Nawacita dengan menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar memangkas birokrasi dengan memaksimalkan pelayanan berbasis online.

Beragam gebrakan dilakukan Dispendukcapil. Di antaranya dalam waktu dekat pencetakan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga (KK) hingga akta kelahiran dapat dilakukan sendiri oleh pemohon dari rumah.

Kebijakan tersebut rencana akan mulai diterapkan pada bulan Juni 2020, menyusul diterapkanya SIAK 7.3.4. Dengan penerapan SIAK baru ini, ada beberapa tambahan yang harus diinput oleh pemohon adminduk di aplikasi E-SIAP yakni alamat email dan nomor ponsel.

Baca Juga : Mengintip Fasum untuk Pasien Covid-19 di Rusunawa, Pemkab Malang Sediakan TV dan Internet

Implementasi kebijakan ini sekaligus merupakan diterapkannya penggunaan kertas HVS berukuran A4 80 gram sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam Administrasi Kependudukan.

“Nantinya dokumen yang akan dicetak akan kami kirimkan melalui email. Jadi, pemohon tidak perlu lagi antri datang ke Dispendukcapil. Warga bisa mencetak sendiri. Dokumen yang kami kirim di email itu merupakan dokumen asli. Syaratnya pencetakanya harus menggunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram,” terang Kabid PIAK Dispendukcapil Kabupaten Blitar Imam Maini kepada BLITARTIMES, Jumat (29/5/2020).

Dikatakannya, dokumen yang bisa dicetak sendiri oleh pemohon dengan kertas HVS A4, meliputi dokumen akta catatan sipil, seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran hingga akta kematian. Sementara untuk e-KTP dan KIA ,pencetakannya masih tetap harus di kantor Dispendukcapil.

“Dokumen yang bisa cetak sendiri yakni dokumen yang tanda tangan kepala dinas memakai barcode tanda tangan elektronik (TTE). Sesuai dengan arahan dari pusat dokumen dilengkapi dengan barcode ini sulit untuk dipalsukan,” pungkasnya.