Jajaran Forkopimda saat memantau kesiapan new normal life di Kabupaten Malang. (Foto: Ashaq Lupito/MalangTIMES)
Jajaran Forkopimda saat memantau kesiapan new normal life di Kabupaten Malang. (Foto: Ashaq Lupito/MalangTIMES)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya kurang satu hari lagi dan akan berakhir pada Sabtu (30/5/2020) besok. 

Meski dipastikan tidak akan ada perpanjangan, namun tiga kepala daerah termasuk Pemkab Malang sudah mempersiapkan diri untuk memasuki masa transisi new normal life atau kelaziman baru.

Baca Juga : Euforia Masyarakat Berpotensi Gagalkan Transisi New Normal, Pemkot Batu Siapkan 6 Aturan

Dalam masa transisi yang rencananya diberi waktu 7 hari itu, pemerintah bersama jajaran anggota dewan dipaksa untuk mengebut pembuatan aturan dan tata laksana kelaziman baru.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak eksekutif terkait penyusunan aturan yang dibutuhkan. 

Bahkan menurutnya, jajaran anggota dewan sudah merapatkan barisan jika memang membutuhkan Perda (Peraturan Daerah) selama masa transisi new normal diberlakukan.

”Jadi harus ada satu minimal, ada peraturan kepala daerah atau kalau lebih bagus nanti dalam bentuk Perda. Cuman kalau Perda memang agak sedikit proses, sedikit lambat karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui,” kata Darmadi.

Meski demikian, lanjut Darmadi, pihaknya mengaku siap untuk mempersingkat waktu jika memang dibutuhkan Perda untuk menunjang penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang.

”Draft saat ini memang sedang kita godok, jadi apakah nanti bentuknya Perda atau peraturan kepala daerah itu masih kita siapkan draf yang diperlukan. Untuk targetnya secepatnya, jadi setelah PSBB ini selesai kita harus mulai siap dengan adanya new normal,” sambung Darmadi.

Ketika disingung soal anggaran yang disiapkan untuk masa transisi, Darmadi justru menyebut bahwa pihak legislatif masih menunggu laporan penggunaan anggaran PSBB. 

Angkanya mencapai ratusan miliar rupiah, sebelumnya pemerintah menyebut kebutuhan anggaran PSBB di Kabupaten Malang mencapai Rp 104 miliar per bulan dan telah disiapkan Rp 312 miliar untuk tiga bulan. 

Meski demikian, pada awak media, Darmadi menyebut bahwa dana yang disiapkan untuk menanggulangi wabah Covid-19 di Kabupaten Malang ini mencapai nominal Rp 900 miliar.

”Kita punya (anggaran) segitu dan sudah kita alokasikan untuk PSBB. Terkait berapa yang sudah terserap, kita masih belum menghitung semuanya. Jadi nanti sisa yang ada, akan kita maksimalkan untuk kegiatan pelaksanaan kegiatan new normal,” urainya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2020) malam.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi memastikan bahwa ada masa transisi menuju kelaziman baru usai pelaksanaan PSBB.

”Masa transisi new normal life akan diberlakukan selama sepekan, dan dimulai pada hari Senin tanggal 1 Juni (2020) mendatang,” tegas Bupati Malang HM Sanusi. 

Baca Juga : Tinggal Dua Hari, 3.363 KPM di Kota Malang Belum Ambil Bantuan Kemensos

Meski kebijakan yang diterapkan pada new normal tidak seketat saat PSBB, lanjutnya, Sanusi menekankan jika protokol kesehatan harus tetap dilakukan.

Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Malang ini merinci di antaranya meliputi kewajiban mengenakan masker, menjaga kebersihan, rutin cuci tangan, dan menjaga jarak. 

”Masa transisi (new normal) itu tidak seperti aturan saat PSBB. Jadi ada kelonggaran, yang kemarin (saat PSBB) ketat sekarang tidak, ada kelonggaran. Tapi protokol kesehatan tetap harus dijalankan,“ tegas Sanusi.

Disingung soal perawatan terhadap pasien positif Covid-19, Sanusi menjamin jika selama masa transisi new normal life, penanganan tetap dijalankan hingga yang bersangkutan dinyatakan sembuh.

Seperti yang sudah diketahui, Pemkab Malang sudah menyiapkan 5 rumah sakit rujukan pasien Covid-19. 

Kelima rumah sakit tersebut, meliputi RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, Wava Husada, Prima Husada, dan Rumah Sakit UMM.

Selain rumah sakit, dijelaskan Sanusi, pihaknya juga menyediakan tempat isolasi di rumah sakit darurat. 

Yakni di Rusunawa ASN yang berlokasi di area Block Office, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.